Ini Perbedaan Investasi Reksadana dan Unit Link

By on April 27, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 346 kali

Investasi Reksadana – Reksa dana dan Unit Link belakangan ini terus bertambah peminatnya. Reksa dana jadi pilihan favorit berinvestasi karena return yang ditawarkan lebih tinggi ketimbang tabungan. Sementara Unit Link disukai karena selain sebagai proteksi, juga bisa jadi sarana investasi. Jadi, ada dua manfaat sekaligus yang didapatkan dengan menggunakan Unit Link.

Merujuk pada data yang ada, nilai dana kelolaan reksa dana yang pada tahun 2009 mencapai Rp72 triliun meningkat menjadi Rp272 triliun pada tahun 2015. Sementara Unit Link menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada tahun 2015 mencetak pertumbuhan premi sebesar 15% (Rp83,19 triliun). Ada peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang bertumbuh sekitar 8,73% (Rp72,34 triliun).

Persamaan antara Reksa Dan dan Unit Link

Keduanya sama-sama menawarkan keuntungan investasi meskipun keberadaannya ditujukan untuk maksud yang berbeda-beda. Selain itu, masih ada beberapa persamaan yang tampak dari kedua instrumen finansial tersebut. Apa saja persamaannya? Berikut ulasannya.

1. Reksa Dana dan Unit Link Dikelola Manajer Investasi (MI)

Pengelolaan dana antara reksa dana dan unit link memiliki kesamaan satu sama lain. Baik reksa dana maupun Unit Link keduanya dikelola Manajer Investasi (MI). Di tangan MI, dana yang terkumpul akan ditempatkan ke pos-pos atau instrumen investasi yang ada, seperti saham, obligasi, atau produk deposito.  Itu artinya baik reksa dana ataupun Unit Link memanfaatkan instrumen investasi yang sama.

2. Reksa dana dan Unit Link Punya Tingkat Risiko yang Hampir Sama

Dengan instrumen-instrumen seperti yang telah disebutkan di atas, kedua instrumen investasi ini punya risiko yang sama besarnya. Misalnya, reksa dana saham. Instrumen investasi ini memang menawarkan return yang paling tinggi, tetapi risiko yang ditanggung juga tinggi.

Sementara di Unit Link, ketika Anda membayar premi kepada perusahaan asuransi, premi tersebut selain dimasukkan ke pos asuransi juga akan dimasukkan ke pos investasi. Premi untuk investasi rata-rata ditempatkan ke instrumen reksa dana saham karena return-nya yang tinggi.

Perbedaan Reksa Dana dan Unit Link

Karena reksa dana dan unit link diadakan dengan maksud atau tujuan yang berbeda, ada sejumlah perbedaan di antara kedua instrumen finansial ini. Perbedaan utama yang jelas terlihat adalah reksa dana merupakan instrumen investasi murni. Sementara Unit Link menawarkan keuntungan investasi untuk melengkapi keuntungan proteksi dari asuransi.

Dari perbedaan utama tersebut kemudian muncul perbedaan-perbedaan lain seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Perbedaan Jumlah dan Waktu Investasi

Reksa dana tidak mematok besaran jumlah investasi dan dana yang disetorkan. Anda bisa kapan saja menyetor dana ke reksa dana dengan jumlah yang tak tentu. Anda bisa setor Rp100.000 per bulan dan menyetor lagi Rp1.000.000 tiga bulan kemudian.

Ini berbeda dengan Unit Link. Pada dasarnya, Unit Link adalah produk asuransi sehingga perusahaan akan menetapkan jumlah setoran setiap bulannya dengan jumlah yang telah disepakati atau yang sudah ditentukan (premi). Jika terlambat dalam melakukan pembayaran premi, peserta akan dikenai denda.

2. Perbedaan Biaya Jual dan Beli Investasi

Di reksa dana tidak ada biaya sama sekali untuk jual ataupun beli investasi. Kalau Anda memilih untuk membeli reksa dana secara online, biasanya akan dikenakan fee sebesar 1-2%. Namun, ada juga yang membebaskan biaya jual. Berbeda dengan Unit Link, Anda akan dikenakan biaya sebesar 5% ketika ingin menjual ataupun membeli (top up) investasi.

3. Perbedaan Manajer Investasi Reksa Dana dan Unit Link

Perbedaannya terletak pada ketersediaan ataupun kesempatan untuk memilih dan ganti Manajer Investasi. Unit Link rata-rata hanya memiliki satu Manajer Investasi sehingga investor tidak bisa gonta-ganti atau memilih Manajer Investasi yang lain. Ini berbeda dengan reksa dana, investor bisa dengan bebas memilih atau gonta-ganti Manajer Investasi.

4. Perbedaan Hasil Investasi

Yang dimaksud dengan hasil investasi di sini adalah kapan bisa melihat return tersebut setelah pertama kali melakukan setoran atau top up atau pembayaran premi. Di Unit Link, Anda baru bisa melihat hasil investasi (return) setelah tahun kedua. Ini terkait dengan adanya sejumlah biaya dan potongan. Berbeda dengan reksa dana, hasil investasinya sudah bisa dipantau sejak hari pertama Anda melakukan top up atau setoran. Atau Anda juga melihat perkembangan investasi tersebut melalui laporan bulan pertama.

5. Perbedaan Pencairan

Pada prinsipnya, dana yang diinvestasikan di reksa dana ataupun Unit Link dapat dicairkan sewaktu-waktu. Akan tetapi, pencairan tersebut harus diperhitungkan dari segi untung ruginya berdasarkan jumlah nilai return yang Anda dapatkan. Di reksa dana, Anda bisa langsung mencairkan dana investasi di tempat Anda membeli unit tersebut dengan mudah.

Berbeda kasusnya di Unit Link karena investasi Anda masih terkait dengan asuransi. Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan mengambil semua investasi di Unit Link karena kemungkinan besar Anda akan terkena polis lapse atau pemberhentian asuransi. Jangan sampai Anda kehilangan manfaat proteksi. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Anda bisa menyisakan dana pada saat penutupan polis Unit Link agar manfaat proteksi tetap diterima.

6. Perbedaan Minimum Investasi

Nominal minimum penyetoran dana investasi di reksa dana terbilang kecil, yaitu Rp100.000. Kalau di Unit Link pada umumnya mematok minimum pembayaran premi mulai dari Rp350.000-Rp500.000. Dan penyetoran premi tersebut harus rutin dilakukan menurut waktu yang sudah disepakati.

Pililhlah Menurut Manfaat yang Ingin Diterima

Dari semua penjelasan di atas, sekarang Anda bisa lebih jelas dalam membedakan antara investasi reksa dana dan Unit Link. Pada intinya, bila Anda menginginkan investasi murni, pilihlah reksa dana. Bila Anda menginginkan lebih dari sekadar investasi atau ingin ada manfaat tambahan semisal proteksi seperti asuransi, mengambil Unit Link adalah pilihan yang tepat. Jadi, pilihlah menurut manfaat yang ingin diterima.

 

 

 

Sumber: www.cermati.com