Ini Dia Kekurangan dan Kelebihan Investasi Reksadana

By on August 14, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 388 kali

Investasi Reksadana – Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi paling favorit di Indonesia. Akan tetapi tahukah Anda, investasi reksadana memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja kelebihan dan kekuranganya jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti investasi properti, tanah, saham, deposito, dan lainnya? Berikut informasinya untuk Anda.

Sejumlah kelebihan berinvestasi reksadana

Cukup banyak kelebihan berinvestasi reksadana. Pertama, investasi reksadana hanya membutuhkan modal kecil. Anda tak perlu menyiapkan dana besar hingga jutaan rupiah untuk menjadi investor reksadana. Manejer Investasi memperbolehkan Anda untuk berinvestasi mulai dari 250 ribu rupiah. Bahkan dana investasi sebesar 50 hingga 100 ribu rupiah pun masih diperbolehkan. Dengan besaran dana investasi yang terjangkau, mahasiswa, siswa sekolah, dan buruh yang penghasilan bulanannya tak terlalu besar pun memiliki kesempatan untuk menjadi investor. (Baca juga: Investasi Reksadana Cocok untuk Usia Muda)

Kedua, investasi reksadana mendapat pengawasan langsung dari pemerintah pusat. Segala hal yang berkaitan dengan reksadana telah diatur dalam perundang-undangan. Aturan resmi dari pemerintah ini mencakup beberapa kewajiban MI terhadap calon klien atau investor, maksimal porsi instrument yang boleh dibeli oleh MI, dan masih banyak hal lainnya.

Ketiga, reksadana bersifat mudah dicairkan. Bandingkan dengan wujud investasi lainnya seperti tanah, rumah, dan emas yang membutuhkan proses dan waktu untuk dicairkan. Reksadana mudah dicairkan. Cukup dengan mendatangi MI lalu isi formulir penjualan kembali reksadana yang Anda miliki. Tak lama kemudian dana akan masuk ke rekening Anda. (Baca juga: Tips Dan Trik Investasi Reksadana Untuk Pemula)

Keempat, transaksi jual beli reksadana melalui proses yang mudah. Anda hanya perlu mendatangi agen penjual reksadana atau MI lalu isi 2 atau 3 formulir. Setelah MI telah mengkonfirmasi, Anda boleh mentransfer dana  Anda ke rekening reksadana pilihan Anda. Selanjutnya berikan bukti transfer Anda. Dan transaksi beli reksadana dinyatakan selesai. Untuk transaksi jual reksadana jauh lebih mudah. Isi formulir lalu tunggu dana masuk ke rekening Anda.

Kelima, reksadana memiliki pilihan yang beragam. Sebut saja reksadana jangka pendek, reksadana  dengan return tinggi, reksadana pasar uang, reksadana dengan jaminan dana/ modal, reksadana dengan jaminan, dan masih banyak jenis reksadana lainnya.

Keenam, dana reksadana dikelola dengan cara professional. Pihak pengelola reksadana terdiri dari mereka yang memiliki latar pendidikan khusus tentang pasar modal. Para pengelola reksadana yang terpilih adalah mereka yang berpengalaman dan bersertifikat (baik lokal maupun internasional), dan yang pasti mereka telah memiliki izin resmi untuk mengelola reksadana dari BAPEPAM-LK. Kelebihan yang terakhir adalah risiko berinvestasi reksadana rendah. (Baca juga: Mengenal Istilah-Istilah Pada Investasi Reksadana)

Kekurangan ivestasi reksadana

Reksadana juga tak luput dari yang namanya kekurangan. Terdapat beberapa kekurangan investasi reksadana. Berikut informasinya. Kelemahan yang pertama adalah hasil laba yang bersifat fluktuatif, khususnya pada jenis investasi reksadana saham. Mengapa? Hal ini karena reksadana saham sangat bergantung pada harga saham dijadikan dasar perhitungan NAB.

Kekurangan yang kedua yaitu banyaknya jenis biaya yang relatif tinggi. Dalam berinvestasi reksadana, investor harus membayar sejumlah komponen biaya yang besarannya cukup tinggi, misalnya saja biaya pembelian, biaya manejemen, biaya penjualan, biaya bank custodian, dan masih banyak jenis biaya lainnya. (Baca juga: Hmm Pilih Investasi Reksadana atau Deposito ya?)

Ketiga, reksadana tidak memiliki jaminan keuntungan. Hal ini tentu sangat berbeda dengan deposito yang menjamin akan nilai keuntungan dalam hitungan persen. Keuntungan investasi reksadana bersifat fluktuatif yang artinya tidak selalu ada keuntungan yang besar untuk investor. Terkadang investor hanya mendapatkan keuntungan kecil saja, bahkan lebih kecil dari deposito. Tak hanya itu, dana reksadana kita juga tak mendapat jaminan dari pemerintah, apalagi dari MI. jikalaupun ada jaminan, umumnya hanya dari jenis reksadana terproteksi. Dari info singkat di atas, apakah Anda tetap mantap berinvestasi reksadana?