Ini Alasan Mengapa Anda Harus Berinvestasi Reksadana

By on July 15, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 593 kali

Investasi reksadana merupakan wadah bagi para investor untuk menyetorkan dana investasinya yang dikelola oleh Manajer Investasi untuk dijadikan portofolio investasi. Portofolio investasi merupakan kumpulan dari investasi saham, obligasi, pasar uang, maupun efek lainnya. Investasi reksadana terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan besar presentase dana yang diinvestasikan ke efek tertentu, Misalnya untuk investasi reksadana saham, maka Manajer Investasi akan menyalurkan dana dari investor sekurang-kurangnya sebesar 80% ke investasi saham. Sedangkan sisanya akan disalurkan sama rata ke efek yang lain. Demikian juga dengan investasi campuran, pendapatan tetap, pasar uang, dan reksadana index. Masing-masing jenis reksadana pun memiliki resiko yang berbeda di mana investasi reksadana saham merupakan reksadana dengan resiko paling besar, tetapi juga return yang paling besar nilainya. Lalu apa kelebihan dari investasi reksadana dibandingkan dengan investasi lain?

Dana yang dibutuhkan relatif kecil

Untuk bisa ikut bermain dalam investasi reksadana Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Uang yang Anda setorkan kepada Manajer Investasi akan digabungkan bersama dengan dana investor lain dan besar keuntungan akan dibagikan sesuai dengan prosentase dana yang Anda berikan. Bahkan dengan uang 100 ribu rupiah saja sudah bisa berinvestasi reksadana. Namun tentu semakin kecil biaya yang Anda investasikan, semakin kecil resikonya, tetapi juga nilai return-nya kecil alias keuntungan tidak besar.

Dikelola secara profesional

Manajer Investasi adalah lembaga yang secara resmi (ditunjukkan dengan surat resmi dari OJK) untuk mengumpulkan dan dari para investor yang disalurkan kepada beberapa efek seperti yang telah disebutkan. Manajer Investasi ini bisa dari perusahaan bank, asuransi, atau perusahaan pengelola investasi lainnya. Karena sudah dikelola secara profesional, Anda hanya tinggal menyetorkan dana dan menunggu hasilnya, tidak perlu lagi repot-repot belajar saham atau pasar mata uang.

Transparansi laporan

Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan dananya dari investasi wajib untuk melaporkan kondisi keuangannya secara berkala baik di media massa maupun media online. Dengan begitu para investor mengetahui mengenai jumlah keuntungan atau kerugian serta pertumbuhan atau penurunan performa dari perusahaan di mana ia ikut menaruh dananya di sana. Dengan mengetahui informasi laporan keuangan tersebut investor bisa memutuskan apakah akan terus berinvestasi atau tidak.

Memilih sesuai profil resiko

Seperti telah disebutkan, investasi reksadana adalah pengumpulan dana dari para investor untuk disalurkan ke berbagai efek seperti saham, obligasi, mata uang, dan lain sebagainya yang disebut dengan portofolio efek. Dengan demikian investor bebas memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil resikonya. Apakah Anda adalah investor yang berani mengambil resiko atau lebih suka bermain aman saja. Prinsip dalam semua jenis investasi adalah semakin besar resiko yang berani diambil maka potensi keuntungannya juga semakin besar. Namun jika Anda lebih suka bermain aman maka Anda bisa memilih reksadana yang membagikan dana ke semua efek secara rata (reksadana campuran).

Hasil yang diterima sudah bulat

Rasanya pasti menyebalkan jika pendapatan yang kita miliki masih harus dikurangi karena potongan biaya ini itu termasuk pajak penghasilan. Di investasi reksadana, uang keuntungan yang Anda terima sudah bersih dari biaya tambahan dan biaya pajak sehingga Anda tidak perlu lagi mencemaskan, menghitung uang potongan yang harus dibayarkan. Investor juga tidak perlu mengkhawatirkan mengenai fluktuasi indeks karena investasi reksadana bersifat jangka panjang namun fleksibel dan cepat cairnya.