Ingin Memulai Usaha? Perhatikan Juga Pajaknya, Jangan Sampai Bermasalah Dengan Pajak

By on October 23, 2014 | Artikel ini Sudah di baca 2,962 kali
TAX

Start-Up Bisnis – Saat ini merupakan Tax Leader Reanda Bernardi dan mewakili Reanda Indonesia pada International Tax Panel Reanda International. Selama ini telah banyak membantu perusahaan lokal maupun multinasional dalam melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya, membantu banyak perusahaan dalam menyelesaikan sengketa perpajakan yang terjadi, serta memberikan value added bagi perusahaan untuk melakukan perencanaan pajak dan restrukturisasi perusahaan dalam rangka ekspansi bisnis domestik maupun international, dan juga terlibat melakukan due diligence dalam rangka merger dan akuisisi perusahaan.

Sebagaimana dikutip dari laman Inc, pada tahun 2013 tentang hasil survey atas 300 anggota The Alternative Board (TAB), yaitu suatu organisasi perkumpulan ribuan pemilik bisnis yang menyediakan layanan konsultasi dan pembinaan, Berikut adalah 5 tantangan terbesar yang sering kali menggoyahkan para pebisnis baru:

1. Regulasi Pemerintah termasuk regulasi pajak dan peraturan hukum lainnya.

2. Peningkatan jumlah Kebutuhan (“demand”) di pasar

3. Kesulitan memenuhi Kebutuhan Pendanaa

4. Persaingan Usaha

5. Meningkatnya Upah Buruh minimum dan Jaminan Kesehatan yang harus dibayarkan

Dari tantangan-tantangan dalam menjalankan bisnis baru di atas, faktor Pemerintah dalam menentukan arah kebijakan fiskal dan dalam hal pelaksanaan pengawasan kepatuhan perpajakan (“pemeriksaan pajak”) menjadi “monster” yang menakutkan bagi para pebisnis di dunia, tak terkecuali juga bagi para pebisnis di Indonesia.

Faktor Kebijakan fiskal yang ditentukan oleh pemerintah boleh jadi dapat memberikan iklim kondusif bagi perkembangan usaha. Namun, bisa juga berlaku sebaliknya yaitu menghambat perkembangan kewirausahaan di Indonesia. Terlepas dari arah kebijakan yang ditentukan pemerintah tersebut, para pebisnis suka atau tidak suka tidak dapat lepas dari kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi. Hal tersebut merupakan konsekuensi dan resiko dari bisnis yang dijalankan serta tak lepas dari peranan warga Negara yang baik untuk berkontribusi terhadap pendapatan Negara Indonesia.

Kemudian, pertanyaannya adalah apakah Anda sebagai pelaku bisnis telah memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik? Jangan sampai karena ketidaktauan atas adanya regulasi pemerintah, Anda lalai terhadap kewajiban Pajak yang harus dipenuhi sehingga menimbulkan tambahan biaya pajak yang selanjutnya mengakibatkan berkurangnya pendapatan bisnis setelah pajak.

Untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan berintegritas, para pebisnis baru perlu mendukung iklim usaha yang sehat dan terhindar dari korupsi, dan kolusi ketika berhadapan dengan aparat pemerintah, terutama dalam hal ini otoritas perpajakan.  Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Pebisnis baru sejak dini perlu memiliki kesadaran untuk mulai melakukan perencanaan pajak dengan baik untuk memperoleh biaya pajak paling efisien, serta memenuhi kewajiban perpajakan sesuai peraturan pajak yang berlaku,

Jangan biarkan tindakan pada bisnis Anda saat ini mengakibatkan hidup Anda di masa datang menjadi “tidak tenang” karena timbulnya masalah pajak. Mungkin saja masalah tersebut timbul karena kelalaian yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu, yakinkanlah diri Anda sendiri untuk mulai menata usaha Anda secara lebih baik dengan melakukan perencanaan pajak dan pemenuhan kewajiban pajak sebaik mungkin. Dengan melakukan pemenuhan kewajiban pajak, Anda telah ikut berkontribusi terhadap pembangunan Negara ini. Selain itu, dengan melakukan pemenuhan kewajiban pajak tepat waktu bertujuan untuk meminimalisasi risiko pajak dari bisnis Anda di masa datang  serta menghindari kerugian bagi bisnis Anda akibat adanya tambahan pajak ataupun Sanksi Administrasi yang tidak perlu akibat keterlambatan penyetoran dan pelaporan kewajiban pajak Anda.

Apakah Anda masih belum yakin akan pentingnya pembukuan bagi bisnis Anda? dan Apakah Anda masih ingin menyimpan masalah pajak pada bisnis Anda sebagai “Bom Waktu”?

Mungkin hanya Anda sendiri sebagai pemilik bisnis yang mampu menjawab dan memutuskannya.

 

 

 

 

Penulis: Heru Prasetyo/startupbisnis.com