Ingin Membeli Rumah? Simak Beberapa Pertimbangan Berikut!

By on March 13, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,733 kali

KPRPerencanaan Keuangan – Berencana membeli rumah baru di tahun ini? Dengan KPR atau tunai? Ada 6 pertimbangan yang perlu diketahui sebelum melakukannya.

Tidak diragukan lagi, membeli atau membangun rumah impian merupakan hal yang sangat menggariahkan. Kegiatan itu seperti menjadi simbol bahwa kita telah mencapai tahap kemandirian.

Sayangnya, walau perasaan telah mengatakan Anda telah siap untuk membeli rumah, apakah keadaan finansial Anda juga mendukung? Sebab, membeli rumah dapat menjadi salah satu keputusan keuangan terbesar dalam hidup Anda. Sebelum Anda melakukannya, perhatikan dahulu 6 hal berikut ini.

1.  Pastikan Telah Memiliki Dana Darurat

Sebelum Anda berkomitmen membeli rumah dalam bentuk KPR maupun tunai, sangat penting sebelumnya untuk memiliki cadangan dana darurat sebesar 6x pengeluaran bulanan Anda. Dana cadangan tersebut haruslah bisa digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi hal yang sangat tidak terduga.

Misalnya ketika anggota keluarga tiba-tiba sakit (yang tidak ditanggung asuransi milik Anda. Inilah pentingnya memiliki asuransi kesehatan), atau ketika Anda diberhentikan secara tiba-tiba dari pekerjaan, atau perusahaan tersebut gulung tikar.

Bila Anda belum memiliki dana darurat sebesar itu, maka sebaiknya tunda dulu komitmen membeli rumah hingga dana tersebut terkumpul. Membeli rumah adalah komitmen yang sangat besar, dan akan terdapat pengeluaran tambahan lebih banyak lagi yang diluar perkiraan. Anda tidak ingin semuanya menjadi berantakan karena harus membayar beban dadakan lainnya, bukan?

2.  Apakah Pemasukan Anda Sudah Stabil?

Walaupun PHK terkadang terjadi secara mendadak, namun perusahaan yang baik akan memberikan pemberitahuan beberapa bulan sebelumnya. Ketika hal tersebut terjadi, sebaiknya Anda sudah memiliki pekerjaan sampingan dengan penghasilan stabil atau cadangan pekerjaan tetap sebelumnya. Anda tentu tidak ingin seluruh tabungan Anda habis dan tidak ada pemasukan sama sekali. Membayar cicilan KPR membutuhkan komitmen yang sangat besar, ketika Anda menjalaninya dengan tanpa pemasukan tetap, hidup Anda akan terasa sangat berat.

3.  Perhatikan Rasio Utang dan Rasio Pembayaran

Membeli rumah berarti menambah jumlah utang di neraca aset yang Anda miliki. Jangan sampai nilai kekayaan bersih Anda malah menjadi minus. Selain itu, rasio pembayaran juga perlu diperhatikan.

Coba periksa kembali seluruh cicilan dan pembayaran rutin/tetap yang Anda lakukan setiap bulannya. Termasuk cicilan kartu kredit, pinjaman bank atau kredit kendaraan, biaya telepon/listrik, langganan TV kabel, koran, majalah, internet, dan biaya pulsa. Kemudian hitung rasio pembayaran Anda.

Caranya! Kumpulkan seluruh pembayaran reguler dan cicilan utang konsumsi (diluar KPR), dan tambahkan semuanya. Kemudian bagi hasilnya dengan seluruh pemasukan bulanan Anda. Jika hasilnya diatas 30%, maka fokus Anda adalah mengurangi kebocoran tersebut. Rasio ideal setelah ditambahkan dengan cicilan KPR adalah 20%.

4.  Sudahkah Mempersiapkan Uang Muka (DP)?  

Uang muka untuk membeli rumah bukanlah nilai yang kecil. Apalagi dengan ketentuan terbaru dari BI/OJK yang menetapkan pembayaran minimal 30% dari total nilai properti. Namun yang perlu Anda ingat adalah, masih banyak pengeluaran lain yang sama besarnya dengan uang DP tersebut seperti biaya survei, pajak penjualan, biaya notaris, biaya pindah rumah (bila dari kota lain). Belum termasuk membeli biaya perabotan, renovasi dan biaya-biaya lain yang akan menggunung.

5.  Pertimbangkan Juga Rencana Perjalanan Hidup

Apakah Anda berencana pindah dari tempat yang sekarang dalam 3 – 5 tahun kedepan? Jika Anda tidak merasa yakin, maka sebaiknya jangan melakukan pembelian. Biaya pembelian rumah berkisar di angka belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari jenis rumah dan notaris yang Anda gunakan.

Biaya tersebut adalah uang hilang. Untuk membuat biaya tersebut sepadan, maka Anda harus membaginya selama jangka waktu lebih dari 5 tahun. Memang dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang pasti, namun akan lebih baik jika memiliki perencanaan yang pasti.

6.  Kemampuan Membayar

Jika Anda merasa nyaman dengan daftar 1 – 5, itu bagus! Tapi, masih ada satu lagi pertanyaan agar Anda benar-benar yakin. Apakah Anda benar-benar mampu membayarnya? Dari pertanyaan tersebut, akan terdapat banyak sekali tagihan diluar dari cicilan utang, seperti asuransi, biaya komunitas (satpam, sampah, kebersihan dan lainnya), PBB (Pajak Bumi Bangunan), dan lainnya.

Survei menunjukkan, pembelian properti di Jakarta bukanlah lagi investasi yang menguntungkan karena biaya-biaya perawatan siluman yang muncul dibelakangnya.

Membeli rumah baru memang sangat menyenangkan. Namun sebelum memutuskan untuk melakukannya, pastikan bahwa keuangan Anda memang benar – benar telah solid.

 

Sumber: cekaja.com