Ingin Investasi Reksadana? Kenali Terlebih Dahulu Resikonya

By on December 17, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,988 kali
investasi reksadana

Ingin Investasi Reksadana? Kenali Terlebih Dahulu Resikonya

Ingin investasi reksadana? Kenali terlebih dahulu resikonya. Begitulah nasihatnya. Pemahaman akan sebuah resiko dalam berinvestasi sangatlah penting. Pemahaman akan resiko perlu dipahami agar paham juga cara dalam mengatasinya sehingga tidak terjadi kepanikan dalam sebuah situasi ekonomi saat berinvestasi nanti.

Penting sekali menerapkan nasihat yang satu ini, ingin investasi reksadana? Kenali terlebih dahulu resikonya. Ingatlah bahwa sebuah resiko dalam berinvestasi merupakan tanggungan dari seorang investor bukan orang lain. Sama seperti halnya sebuah keputusan, dimana ada keputusan yang diambil maka resiko akan mengikuti. Investasi yang Anda ambilpun termasuk sebuah lingkungan berbahaya dimana unsur dari resiko-resikonya mengelilingi Anda.

Jadi, mari bagi yang ingin investasi reksadana? Kenali terlebih dahulu resikonya. Berinvestasi dengan reksa dana sama seperti halnya berinvestasi dengan produk lain. Yaitu, bahwa resiko keuntungannya tidak dijamin. Jaminan keuntungan dari sebuah investasi dengan produk reksadana tidak dijamin. Tidak ada jaminan akan ada sebuah pembagian keuntungan yang bersifat dividen atau tidak, serta tidak ada jaminan mengenai kenaikan modal dari investasi. Resiko ini merupakan unsur resiko yang harus disadari benar oleh investor.

Ingin investasi reksadana? Kenali terlebih dahulu resikonya, dengan resiko yang kedua adalah resiko umum akan pasar modal. Karena terlibatnya unsur resiko pasar seperti dalam pembelian efek lainnya, maka reksa dana menjadi salah satu jenis investasi yang rentan akan perubahan dari kondisi pasar. Perubahan dari kondisi pasar terjadi karena adanya perubahan baik itu pasar global maupun regional yang tidak lain merupakan perkembangan dari ekonomi nasional.

Ada juga resiko efek. Resiko yang terjadi pada setiap efek, banyak. Dimana resiko ini terjadi akibat adanya kemungkinan untuk default dari perusahaan penerbit untuk pembayaran kupon serta pokok obligasi. Ada juga implikasi dari peringkat kredit dari perusahaan yang mengalami downgrade. Selanjutnya ada resiko likuiditas, yaitu tentang seberapa mudahnya sebuah efek dapat dijual tentang nilainya yang pada atau mendekati nilai wajarnya atau tidak.

Untuk resiko inflasi, resiko ini adalah resiko dengan potensi kerugian dari daya beli sebuah investasi. Ini merupakan akibat dari kenaikan harga konsumsi yang nilainya di atas rata-rata. Untuk resiko pembiayaan pinjaman, hal ini diakibatkan jika dana yang digunakan dalam melakukan investasi ini merupakan hasil pinjaman. Kemungkinan untuk untung maupun rugi, resikonya dipengaruhi oleh dana dalam berinvestasi ini. Ketika nilai investasi ini turun, agunan pun kemungkinan akan ditambah oleh lembaga keuangan. Belum lagi pinjaman yang akan dikurangi ke level yang disyaratkan. Jika dana tersebut merupakan pinjaman sudah pasti resikonya besar juga. Lalu dikenal juga resiko ketidakpatuhan dan resiko manajer investasi. Resiko-resiko ini wajib diketahui sebelum mengambil keputusan untuk akhirnya berinvestasi dan memilih produk dari reksadana.