IHSG Masih Melemah, Cek Pergerakan 11 Saham Ini

By on August 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,826 kali
IHSG

IHSG Masih Melemah, Cek Pergerakan 11 Saham Ini

Penurunan tajam yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari berturut-turut menyisakan utang gap 4.536-4.568 dan 4.260-4.311 dengan posisi indeks yang hampir sama seperti September 2012.

Pada transaksi perdagangan kali ini, pelemahan yang terjadi diharapkan mulai terbatas sehingga tidak memperburuk tren IHSG.

Pada perdagangan Rabu (21/8/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 3.985-4.125 dan resistance 4.225-4.278.

Berpola menyerupai three black crows di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD melanjutkan penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William’s %R, dan Stochastic lanjut downreversal di bawah area oversold.

“Sentimen negatif masih membawa IHSG ke bawah target support kami (4285-4310),” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya.

Reza menjelaskan, belum adanya pemicu positif dari lantai bursa pada perdagangan kemarin membuat pelaku pasar cenderung melanjutkan aksi jualnya.

Kondisi makin diperburuk dengan berita negatif terkait penilaian ekonomi Thailand yang akan memasuki resesi. Hal ini semakin membuat aksi jual makin besar karena dikhawatirkan akan berimbas pada perekonomian Indonesia yang saat ini dilanda perlambatan.

Pelemahan IHSG juga sedikit banyak terpengaruh komentar-komentar dari para pejabat negara maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terkesan tenang-tenang saja namun tidak mampu meredam aksi jual tersebut.

Rupiah yang masih melanjutkan tren penurunannya dan adanya pemberitaan dimana China akan mengurangi karbon sehingga dinilai berpengaruh pada kinerja emiten batubara, juga turut menambah sentimen negatif.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.259,60 di awal sesi I dan terpuruk di level terendah 4.062,30 jelang akhir sesi II.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik dengan terbantukan transaksi di pasar nego antara saham BKSL, BBRI, dan BMRI dengan nilai total Rp 646,14 miliar.

Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Untuk perdagangan kali ini, saham-saham yang bisa menjadi pertimbangan dikala indeks bakal alami pelemahan adalah:

1. MNCN, buy on weakness dengan posisi support 2400-2500 dan resistance 2750-2850
2. BEST, buy on weakness dengan posisi support 375-395 dan resistance 465-500
3. RALS, buy on weakness dengan posisi support 1020-1060 dan resistance 1150-1170
4. BMRI, buy on weakness dengan posisi support 7050-7250 dan resistance 7850-8050

Saham-saham lainnya:

5. AISA, 1100-1270, buy on weakness jika berada di bawah 1150
6. MDLN, 600-760, buy on weakness jika berada di bawah 650
7. EXCL, 3700-4275, trading buy selama naik 4100
8. MLPL, 460-550, trading sell jika 480 gagal bertahan
9. TBIG, 5500-6100, buy on weakness jika berada di bawah 5950
10. PTPP, 1160-1350, buy on weakness jika berada di bawah 1280
11. LPKR, 1020-1230, buy on weakness jika berada di bawah 1190.

(Syahid Latif, Liputan6)