Hunian Bersubsidi Harusnya Tidak Diinvestasikan

By on October 6, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 303 kali

Investasi Properti – Dewasa ini masyarakat luas memanfaatkan adanya perumahan rakyat yang bersubsidi sebagai bentuk investasi agar keuntungan berlipat ganda. Harganya yang jauh lebih murah akibat dari kebijakan pemerintah menurunkan harganya, sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli untuk kepentingan individu, menyewakan atau menjualnya kembali dengan harga tinggi. Tentunya hal ini sangat menggiurkan bagi para investor. Apakah beli rumah bersubsidi bisa untuk investasi? Pertanyaan yang menohok, tapi juga membuat penasaran mengingat keuntungan berlipat yang dihasilkan, tapi apakah hal ini dibenarkan? Berikut ini kami bantu carikan informasi lengkapnya untuk Anda!

Kepemerintahan terutama di bidang bagian perumahan rakyat, memohon dengan sangat agar warga serta masyarakat Indonesia yang membeli atau menempati rumah singgah yang mendapat talangan subsidi pemerintah setidaknya tidak untuk diperjualbelikan kepada orang lain. Nah, kembali ke pertanyaan di atas tadi, Apakah beli rumah bersubsidi bisa untuk investasi? Tentu pastinya tidak boleh karena mengembalikan kepada tujuan semula perumahan rakyat bersubsidi yang didirikan tidak sebagai tujuan investasi sama sekali, tetapi hanya untuk sebagai hunian atau rumah tinggal layak untuk masyarakat luas yang khususnya pendapatannya bekerja cenderung kurang atau lemah. Mengingat kembali pemerintah menyediakan rumah-rumah tinggal yang disubsidi masih terbatas, belum merangkul seluruh lapisan masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah. Akibat dari oknum-oknum yang ingin menjadikan sebuah investasi untuk rumah subsidi pemerintah karena harganya cenderung murah, malah tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat dengan pendapatan kecil untuk mendapatkan atau melakukan pembelian rumah tersebut.

Adanya sistem baru berupa kredit perumahan rakyat yang menjanjikan bunga yang harus dibayarkan minimal atau rendah, serta biaya cicilan yang tidak memberatkan masyarakat, akses dan kemudahan diberikan. Dan peraturan baru digalakkan bahwa sistem penjualan rumah subsidi harus melalui badan yang berwenang atau lewat pemerintah, untuk menghindari pemenuhan kepentingan pribadi atau dijadikan bisnis illegal yang merugikan pihak-pihak tertentu dalam hal ini rakyat kecil.

Apakah beli rumah bersubsidi bisa untuk investasi? Tidak bisa. Namun berikut dibeberkan sejumlah alasan apabila rumah tersebut dengan terpaksa disewakan maupun dijual yang diakui pemerintah, di antaranya:

– Seseorang yang sudah cukup lama menghuni rumah tinggal ini, paling tidak enam tahunan ke atas, supaya ada hal untuk saling memiliki, merawat tempat tinggal, dan membetahkan keluarga tersebut agar terbiasa dengan lingkungan sosial baru.
– Suatu hak waris entah kepada anaknya, isteri, saudara, maupun orang kepercayaan yang telah dipilih berdasarkan surat wasiat atau catatan resmi berdasarkan badan hukum pengacara terpercaya atau yang sudah dipercayakan.
– Untuk sekelas rumah susun, telah ditempati sekitar dua puluh tahunan. Dengan begini adanya regenerasi dari suatu keluarga yang ingin menempati hunian baru, lalu digantikan dengan keluarga yang memang membutuhkan.
– Suatu sistem urbanisasi atau perombakan mental masyarakat untuk kesejahteraan lebih baik lagi.
– Adanya sistem yang membuat masalah, akibatnya dari pihak bank yang bertindak tegas dan mengambil sikap untuk menariknya.

Tentunya ada sanksi tegas dari pemerintah apabila ada warga yang tidak mematuhi atau melanggar aturan tersebut, berani menjual serta menyewakan rumah yang disubsidi pemerintah. Rumah dicabut hak kepemilikannya atau menjadi milik pemerintah, serta adanya penggantian seharga yang sebelumnya telah dibuat untuk membayar atau membeli rumah singgah bersubsidi tersebut. Bila sudah terlalu parah, dapat dijatuhi sanksi hingga hukum pidana yang pasti dapat membuat jera.