Hindari Emosi Saat Berinvestasi Agar Tidak Rugi

By on March 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,292 kali

Hindari Emosi Saat Berinvestasi Agar Tidak RugiEdukasi – Sebetulnya apa sih dasar dari berinvestasi? Apakah hanya beli saat harga murah, kemudian jual ketika harga mahal. Ternyata, tidak hanya itu.

Investasi untuk jangka panjang. Kedengarannya mudah, namun tidak demikian kenyataanya. Setiap hari saya bertemu dengan para investor yang memahami konsep tersebut, namun mengalami kesulitan dalam implementasi.

Bagi sebagian orang, pengetahuan tentang apa yang seharusnya mereka lakukan, dengan apa yang pada kenyataannya bisa mereka lakukan, adalah alasan utama kenapa mereka membutuhkan seorang Perencana Keuangan. Tujuannya untuk memberi mereka pandangan yang obyektif mengenai kondisi finansial mereka.

Permasalahan dalam berinvestasi muncul karena kita sering merasa terburu–buru untuk mendapatkan hasil ketika semua terlihat berjalan dengan baik. Hal tersebut membuat kita merasa nyaman. Kita bisa bercerita tentang keberhasilan dalam berinvestasi ketika berkumpul dengan teman–teman. Namun demikian, untuk strategi investasi jangka panjang, strategi tersebut kurang dapat diandalkan.

Diversifikasi Aset

Kita tahu, kita harus melakukan diversifikasi aset, namun sebetulnya apa maknanya? Kita harus memiliki berbagai variasi dari jenis aset, termasuk aset–aset yang sebetulnya kurang kita sukai. Artinya kita harus membeli jenis aset yang justru kinerjanya kurang bagus.

Investasi memiliki siklus. Jadi, hal yang terlihat bagus sekarang belum tentu dimasa depan kinerjanya juga bagus. Dengan kata lain, portofolio yang bagus haruslah memiliki aset– aset yang memiliki korelasi negatif satu sama lain – ketika satu bagian naik, maka bagian lainnya akan cenderung turun. Jika seluruh bagian dari portofolio Anda naik, berarti Anda tidak sedang melakukan diversifikasi.

Bagaimana Anda bisa membeli di harga murah, dan menjual di harga tinggi, ketika seluruh portofolio Anda naik harganya? Tidak asik sih melihat portofolio Anda turun nilainya, tapi memiliki disiplin untuk menjaga keseimbangan portofolio sangatlah penting untuk tujuan keuangan jangka panjang Anda.

Perlunya Singkirkan Emosi

Investasi jangka panjang yang bagus artinya tidak mengejar atau mencari waktu yang tepat untuk keluar. Grafik di atas adalah contoh ilustrasi dari yang biasanya terjadi dan apa yang biasanya kita lakukan. Sekali lagi, cara untuk mengatasi permasalahan emosional dalam berinvestasi adalah memiliki tujuan jangka panjang yang jelas. Dalam perjalanannya, memang akan ada masa naik dan turun. Namun dengan tujuan yang jelas, kita tetap dapat memutuskan segala sesuatunya dengan lebih obyektif.

Sayangnya, otak kita memang telah didesain untuk selalu mengejar keputusan yang emosional. Kita tahu harus membeli pada saat harga murah dan jual pada saat harga tinggi. Namun, yang kita lakukan justru membeli pada saat harga tinggi dan menjualnya ketika saham tersebut tidak memiliki kinerja baik. Itulah sebabnya kenapa investor menghasilkan kinerja dibawah rata–rata index.

Jangan beranggapan bahwa dana–dana yang dikelola secara profesional memiliki kinerja lebih baik. Sekitar 87% Manajer Investasi yang bermain di tingkatan Large-Cap, ternyata berkinerja jauh dibawah index selama 60 bulan belakangan. Permasalahan yang sama yang dihadapi para individu ketika mereka membiarkan emosi mengambil alih keputusan dan mengejar keuntungan jangka pendek.

Bebas Emosi Memang Sulit, Namun Bisa Dilakukan

Pendekatan terbaik yang dapat dilakukan para investor adalah dengan memiliki penasihat yang memiliki perencanaan keuangan jangka panjang yang matang, tanpa menghiraukan dinamika pasar jangka pendek.

Investor harus mencari penasihat keuangan yang selalu menempatkan kepentingan para investor terlebih dahulu. Namun, jika Anda mencari nasihat broker yang mendapatkan komisi ketika Anda berinvestasi ke produknya, mereka bukanlah tempat yang tepat untuk berkonsultasi.

Agar Anda menjadi lebih tenang, matikan update saham tiap 30 detik di handphone Anda. Terlalu menaruh perhatian pada kebisingan aktivitas saham jangka pendek akan membuat Anda salah dalam mengambil keputusan. Buatlah perencanaan jangka panjang, abaikan kebisingan aktivitas saham naik dan turun dalam jangka pendek, jaga emosi dan tetaplah pada perencanaan awal Anda, adalah cara terbaik untuk mendapatkan tujuan keuangan jangka panjang Anda.

 

Sumber: Ibnu Hajar Ulinnuha/ cekaja.com