Hati-hati, Investasi Emas Memang Rawan Penipuan

By on April 10, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,730 kali
Penipuan Investasi Emas

Hati-hati, Investasi Emas Memang Rawan Penipuan

Emas dinilai menjadi salah satu instrumen investasi yang kerap diburu investor karena memberikan imbal hasil (return) yang cukup stabil. Namun, minimnya pengawasan di lapangan membuat investasi emas rentan akan penyalahgunaan. Hal itu dibuktikan dengan maraknya investasi bodong soal emas.

Deputi Menko Perekonomian bidang Perdagangan dan Perindustrian Eddy Putra Irawadi mengatakan, investasi emas memiliki keuntungan yang cukup tinggi jika dibarengi dengan edukasi dan pengawasan investasi yang benar.

“Edukasi dan pengawasan harus dikuatkan. Kalau Bappebti punya sendiri. Mereka punya alat pengawasan sendiri. Lembaga pengawasan syariah harusnya benar-benar mengawasi ini,” kata Eddy saat acara Workshop Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) 2013 dengan tema Untung Rugi Investasi Emas di Perbankan Syariah, di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Dia menjelaskan, investasi emas hingga saat ini masih rentan penyalahgunaan. Artinya, masih banyak investasi emas yang tidak berdasarkan pada karakter syariah. Padahal, masyarakat menganggap jika investasi emas dinilai cukup menguntungkan.

“Masyarakat beli emas, karena mereka punya pandangan bahwa investasi emas cukup menguntungkan, tidak hanya one single monitory,” ujarnya.

Saat ini, masih banyak penyelewengan di investasi emas ini. Padahal hal ini sudah diatur oleh tiga lembaga, yaitu Menteri Keuangan, Bank Indonesia dan Menteri Perdagangan.

“Publikasi maupun edukasi sangat kurang, sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan dari karakter syariah. Meski Bapepti dan BEI sudah punya alat pengawasan masing-masing berdasarkan emas, tapi perlu ada forum pengawasan bersama,” kata dia. (Dewi Rachmat Kusuma, Detikfinance)