Harga Emas Merangkak Naik, Tapi Belum Jadi Tren

By on May 31, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,568 kali

Harga Emas Merangkak Naik, Tapi Belum Jadi Tren

Harga emas merangkak naik, setelah anjlok tajam pertengahan Mei lalu. Kenaikan harga emas dipicu oleh naiknya aset emas di exchange traded product SPDR Gold Trust, serta pelemahan dollar Amerika Serikat (AS).

Harga emas untuk kontrak pengiriman Agustus 2013 di Divisi Comex, Kamis (30/5) pukul 16.56 WIB, menguat 1,06% menjadi US$ 1.406,50 per ons troi, dibanding sehari sebelumnya.

Bloomberg melaporkan, laporan aset emas di SPDR Gold Trust naik untuk pertama kali sejak 9 Mei 2013. Sedangkan, indeks dollar AS menurun selama dua hari. Pelemahan dollar AS ini diikuti memerahnya bursa saham Asia.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures mengatakan, faktor utama penyebab kenaikan harga emas adalah pelemahan dollar AS. Namun, ia menilai, penguatan harga emas ini belum tentu menjadi sinyal tren penguatan. “Pasar saham yang sebelumnya mencatatkan kenaikan, saat ini sudah mencapai titik jenuh beli, sehingga untuk sementara waktu ada peralihan dana dari saham ke emas,” kata Nizar.

Sedangkan, kurs dollar AS melemah karena para pelaku pasar menanti rilis data ekonomi AS yang dirilis, Kamis (30/5) waktu AS. Jika data-data AS menunjukkan hasil positif, maka spekulasi penghentian stimulus moneter lebih cepat dari jadwal akan kembali didengungkan dan hal ini tentunya akan berdampak negatif bagi emas.

Menurut Nizar, penguatan harga emas harus dikonfirmasi oleh pelemahan dollar AS dan indeks saham lebih lanjut, sebelum bisa menembus resisten terdekat di level US$ 1.423 per ons troi. Saat ini, pasar cenderung melihat kondisi ekonomi AS masih positif, sehingga memberikan tekanan lebih pada harga emas.

Ariston Tjendra, Head Research and Analyst Monex Investindo Futures menambahkan, pelemahan dollar AS menjaga pergerakan harga emas di atas area US$ 1.390 per ons troi. Ariston menambahkan, pelemahan dollar AS dipicu turunnya harga US Treasury bertenor 10 tahun.

Di awal sesi perdagangan, kemarin, pergerakan emas sudah mulai membentuk support terdekat di US$ 1.393 per ons troi. Bila menembus level support ini berpotensi membawa harga melemah mendekati support berikutnya di US$ 1.388 per ons troi.

Ada dua data penting dari AS yang bisa menjadi penggerak harga emas yaitu data klaim pengangguran dan data produk domestik bruto. Data-data positif AS bisa menguatkan dollar AS dan menekan harga emas.

Nizar memprediksi, harga emas masih akan melemah, dengan pergerakan di kisaran US$ 1.350 – US$ 1.440 per ons troi. Ariston memprediksi, emas akan melemah terbatas, di kisaran US$ 1.393 – US$ 1.412 per ons troi. (Agung Jatmiko, Kontan)