Harga Emas Masih Dibayangi Pelemahan

By on May 23, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,288 kali
Gold

Harga Emas Masih Dibayangi Pelemahan

Potensi pelemahan masih membayangi pergerakan harga emas hari ini. Bila harga emas tidak mampu menembus level US$ 1.374 per ounce, logam mulia bisa kembali menguji level support US$ 1.354 per ounce.

“Pergerakan di bawah level support, membuka peluang pelemahan lanjutan ke area support selanjutnya di US$ 1.338 per ounce,” jelas Kepala Riset dan Analis PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dalam ulasannya, Kamis (23/5/2013).

Sementara, lanjut Ariston, pergerakan di atas US$ 1.374 per ounce bisa membuka peluang penguatan mendekati area 1.400 per ounce. Dia menyebutkan data-data PMI manufaktur dan jasa yang dirilis hari ini di China dan kawasan Eropa serta data GDP Inggris bisa menjadi market mover.

“Data PMI China yang dirilis tadi pagi menunjukkan kontraksi dan sempat menekan harga emas,” tuturnya.

Sementara dari Amerika Serikat (AS), pernyataan dari anggota The Fed, James Bullard, data klaim tunjangan pengangguran dan data penjualan rumah baru bisa menjadi penggerak harga pada malam harinya. Data-data AS yang bagus bisa mendorong penguatan dolar AS dan berimbas pada tekanan turun harga emas.

Sekadar informasi, harga emas sempat menembus resisten US$ 1.386 per ounce sebelum pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke semalam dan menguat hingga US$ 1.414 per ounce.

Bernanke mengatakan pengetatan moneter yang terlalu awal akan mengganggu pertumbuhan. Namun, dia menyatakan The Fed akan tetap mengevaluasi penerapan stimulus terhadap keadaan ekonomi terkini.

Menurut dia, bisa saja dalam beberapa rapat yang akan datang jika momentum pertumbuhan ekonomi sudah stabil, The Fed akan mengambil keputusan untuk mengurangi program pembelian obligasi senilai US$ 85 miliar.

Pernyataan tersebut memberikan indikasi ke pasar The Fed sudah siap untuk mengambil langkah pengetatan bila diperlukan. Dan ini yang membuat dolar AS kembali menguat dan harga emas kembali tertekan menembus support kemarin US$ 1.370 per ounce dan melemah hingga US$ 1.354 per ounce. (Nurseffi Dwi Wahyuni, Liputan6 News)