Gubernur BOJ: Lonjakan Harga Saham Masih Wajar

By on April 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,739 kali

Gubernur BOJ: Lonjakan Harga Saham Masih Wajar

Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, hari ini menegaskan bahwa lonjakan nilai di pasar keuangan Jepang saat ini bukanlah sebuah gelembung atau bubble. Menurutnya, pergerakan harga aset masih normal dan belum menunjukkan gejala yang berlebihan. Namun demikian, BOJ berkomitmen memantau terus efek dari pelonggaran moneter yang baru saja dirilis terhadap situasi di pasar aset.

“Saya tidak melihat harga saham dan obligasi mengarah kepada suatu bubble, dan tidak melihat kemungkinan itu dalam waktu dekat,” ujar Kuroda dalam agenda dengar pendapat dengan pihak parlemen. Komentarnya itu bertujuan untuk menjawab reaksi publik terhadap penguatan panjang indeks saham Nikkei dan pelemahan nilai tukar Yen pasca kebijakan agresif bank sentral. Spot Nikkei menguat 3.43% ke 13,068 di sesi pagi dan obligasi pemerintah tenor 10-tahun juga jatuh ke rekor terendah dalam satu dasawarsa terakhir di 0.405%.

Kuroda menolak adanya wacana debat soal alasan di balik pelonggaran moneter bank sentral. Menurut sang gubernur baru, terlalu cepat untuk memperdebatkan efek dan risiko dari suatu kebijakan yang baru saja diambil. Akan tetapi ia berniat memastikan pihaknya akan meninjau kembali kualitas sistem keuangan di akhir periode kebijakan nanti, mengingat peningkatan bunga obligasi rentan merusak iklim keuangan dan kinerja perusahaan-perusahaan sektor finansial.

BOJ kemarin mengatakan siap meluncurkan program agresif lanjutan untuk mengakhiri fase deflasi nasional yang sudah berlangsung selama 15 tahun terakhir. Dewan gubernur telah menyetujui kenaikan target inflasi menjadi 2% sesegera mungkin, dengan orientasi waktu selama dua tahun. Apabila lonjakan indeks harga konsumen nantinya bersifat sementara, Kuroda berkomitmen untuk terus mempertahankan kebijakan longgarnya. Namun apabila muncul gejala harga melonjak ke atas 2%, maka pihak otoritas siap memperketat kebijakannya lagi.