George Soros: Emas Tak Lagi Jadi Investasi Aman

By on April 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,270 kali

George Soros: Emas Tak Lagi Jadi Investasi Aman

Investor keuangan dan salah satu orang terkaya di dunia yaitu George Soros menyatakan emas tak lagi menjadi alat investasi aman (safe haven), karena harganya yang terus runtuh.

“Emas tidak lagi menjadi investasi aman (safe haven), terbukti dia tidak aman lagi. Ini karena kekecewaan banyak orang yang memegang emas. Namun saat ini banyak bank-bank sentral yang terus membeli emas, jadi saya berharap harga emas tidak terus jatuh. Emas saat ini sangat volatile hari ke hari, tidak lagi investasi jangka panjang,” tutur Soros seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (10/42013),

Dikatakan Soros, emas cukup mengecewakan investor dan tidak bisa lagi menjadi investasi aman karena, saat nilai euro jatuh tahun lalu, emas ternyata ikutan jatuh.

Seperti diketahui, selama periode Januari-April 2013 ini harga emas batangan Antam yang dijual di Logam Mulia turun sekitar Rp 37 ribu/gram. Saat ini emas menjadi pilihan investasi bagi masyarakat.

Data yang dikutip detikFinance dari Logam Mulia, di awal tahun ini harga emas batangan Logam Mulia pecahan 1 gram mencapai Rp 585.200. Namun hari ini turun menjadi Rp 548.200.

Berikut harga emas batangan yang dijual oleh Logam Mulia Antam hari ini dibanding awal 2013:

  • Pecahan 1 gram Rp 548.200, dari Rp 585.200 di awal 2013
  • Pecahan 5 gram Rp 2.595.000, dari Rp 2.776.500 di awal 2013
  • Pecahan 10 gram Rp 5.140.000, dari Rp 5.512.000 di awal 2013
  • Pecahan 25 gram Rp 12.775.000, dari Rp 13.705.000 di awal 2013

Harga emas batangan Logam Mulia memang sangat tergantung pada pergerakan emas internasional dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sebelumnya, Direktur Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan, emas masih menjadi pilihan investasi bagi masyarakat, apalagi di saat harganya turun saat ini. Karena hampir tiap tahun harga emas naik. “Jadi saatnya beli,” kata Wasis.

Menurut Wasis, emas kebal inflasi artinya nilainya tidak akan tergerus inflasi karena nilai emas cenderung di atas inflasi. Dia juga mengatakan, emas lebih tepat disimpan untuk investasi jangka panjang. Selain itu, bisa digunakan untuk diversifikasi investasi seperti deposito, properti, dan saham.

“Kalau kita beli emas saat nilai turun kemudian jual saat emas naik, kan hasilnya bisa kita investasikan juga ke deposito, properti atau saham karena harga emas cenderung naik terus,” papar Soros yang diwawancara oleh suratkabar Hong Kong yaitu South China Morning Post.

Namun, investor juga perlu waspada jika ingin berinvestasi agar tidak tertipu. “Tapi jangan salah memilih manajer investasi nanti akan dapat masalah seperti penipuan. Kemungkinan dapat emas palsu dan manajer investasi (MI) yang salah selalu ada. Pilih MI yang punya record baik,” kata dia. (Wahyu Daniel, Detikfinance)