Faktor Resiko Investasi Reksadana dan Cara Untuk Mengatasinya

By on November 24, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 491 kali

Investasi Reksadana – Faktor resiko investasi reksadana cukup tinggi, mengingat jenis investasi ininilai return-nya juga cukup tinggi. Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana investasi dari masyarakat yang dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi untuk dibelikan portofolio efek perusahaan. Keuntungan yang didapat dari investasi reksadana adalah pada kenaikan NAB (nilai aktiva bersih) dari efek yang dibeli. Misalnya efek yang dibeli berupa saham perusahaan dengan harga 1000 rupiah per unit. Dalam waktu setahun harga saham naik jadi 1.500 rupiah per tahun. Kemudian Anda jual sebagian saham yang dimiliki, maka Anda akan dapat keuntungan 500 rupiah per unitnya. Ketahui apa saja faktor resiko investasi reksadana untuk menentukan strategi investasi Anda.

Tidak ada jaminan keuntungan

Tidak adanya jaminan keuntungan bagi investor adalah faktor resiko investasi reksadana yang pertama. Adanya kenaikan NAB atau tidak semuanya tergantung kepada pendapatan perusahaan tempat Anda menanamkan modal. Resiko kehilangan nilai investasi juga cukup besar karena perusahaan tidak akan mengembalikan investasi Anda.

Resiko pasar secara umum

Semua jenis efek pada investasi reksadana misalnya saham, obligasi, dan pasar uang sangat terpengaruh oleh resiko pasar secara umum. Pergerakan harga sangat fluktuatif atau mudah berubah yang dipengaruhi oleh beberapa hal. Faktor yang mempengaruhi pergerakan harga efek antara lain adalah kondisi ekonomi nasional, regional, dan global, kebijakan pemerintah dan kondisi politik, pergerakan secara umum dari suku bunga, dan juga faktor-faktor eksternal seperti bencana alam, perang, dan sebagainya.  Faktor-faktor resiko ini bisa menyebabkan nilai NAB turun sehingga tidak menguntungkan bagi investor.

Resiko likuiditas

Faktor resiko investasi reksadana yang ketiga adalah ketika investor kesulitan untuk melakukan likuiditas atau pencairan dana investasi karena beberapa hal. Sulitnya melakukan likuiditas antara lain disebabkan karena Manajer Investasi yang kesulitan melakukan transaksi penjualan kembali atau redemption karena banyaknya investor secara bersamaan yang meminta untuk dana investasinya dicairkan.

Resiko default

Manajer Investasi seharusnya sudah paham mana perusahaan emiten yang menguntungkan untuk tujuan investasi mana yang tidak. Namun ada kalanya perusahaan emiten menjadi default alias gagal bayar hutang karena faktor-faktor pasar secara umum. Bagi investor reksadana obligasi yang membeli obligasi atau surat hutang dari perusahaan yang kemudian default maka ini menjadi kerugian.

Resiko Manajer Investasi

Sebelum memilih perusahaan emiten yang dinilai memiliki laporan keuangan yang sehat untuk beberapa tahun ke depan, investor rekasadan terlebih dulu harus memilih perusahaan Manajer Investasi yang profesional dan bisa diandalkan. Manajer Investasi dengan pengalaman yang kurang, pengetahuan dan keahlian mengelola dana investasi yang belum memadai, serta teknik dan strategi investasi yang belum matang maka akan berpengaruh terhadap nilai return investasi Anda.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi faktor resiko investasi reksadana. Yang pertama adalah dengan menyetorkan dana investasi dalam jumlah yang kecil namun secara berkala. Dengan demikian apabila terjadi penurunan NAB, maka secara nominal akan lebih kecil dibandingkan Anda langsung berinvestasi dengan dana yang besar.

Yang kedua adalah berinvestasi dalam jangka waktu panjang atau long term investment. Dengan investasi jangka panjang, kemungkinan untuk hasil investasi melebihi rata-rata inflasi lebih besar. Yang ketiga adalah kenali jenis-jenis investor reksadana apakah mau saham, obligasi, pendapatan tetap, campuran, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis reksadana bisa disesuaikan dengan keberanian investor untuk mengambil resiko dan punya masing-masing faktor resiko investasi reksadana.

Incoming search terms:

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty