Evaluasi Keuangan Anda di Tahun 2016

By on December 16, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 193 kali

Perencanaan Keuangan – Kalender tahun 2016 sebentar lagi berganti menjadi 2017. Menjelang akhir tahun, mungkin Anda tengah sibuk menyiapkan liburan penutup tahun bersama-sama keluarga atau teman. Sebagian lagi dari Anda mungkin juga mulai sibuk menyusun resolusi tahun baru demi semangat masa depan yang lebih baik.

Namun, sudahkah Anda menengok target-target tahun ini, terutama terkait keuangan pribadi? Review atau evaluasi kondisi keuangan sepanjang tahun ini penting Anda lakukan.

Tanpa evaluasi yang baik, kita akan kesulitan menilai dengan obyektif kondisi finansial Anda sepanjang tahun 2016. Tanpa mengevaluasi dengan serius, kita sulit menyusun target-target finansial baru yang tepat. Alasan lainnya, evaluasi finansial penting untuk membantu kita melihat strategi apa yang masih perlu diperbaiki, diganti dan mana yang masih bisa dioptimalkan tahun depan.

Jika Anda ingin mengevaluasi kondisi keuangan, dimulai dari mana? Silakan simak tips berikut ini:

1. Perbarui isi neraca keuangan

Sisihkan waktu untuk memperbarui kondisi networth atau kekayaan bersih, juga neraca keuangan ke posisi terbaru. Caranya, bisa dimulai dengan mendaftar aset likuid seperti tabungan, deposito, emas perhiasan, reksadana pasar uang, dan lain-lain.

Lanjutkan dengan mendaftar lagi aset investasi Anda seperti reksadana saham, obligasi seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), sukuk (obligasi syariah), properti (rumah kedua, tanah, dan lain sebagainya).

Jangan lupa pula mengisi daftar aset guna yang Anda miliki. Termasuk dalam kelompok ini adalah mobil yang Anda pakai, rumah yang Anda tempati, dan lain-lain.

Setelah semua aset terdaftar, saatnya Anda mendaftar beban kewajiban seperti sisa cicilan mobil, cicilan rumah, utang kartu kredit, dan utang-utang lain yang Anda tanggung. Selisih dari total aset dengan total kewajiban inilah yang disebut kekayaan bersih atau networth Anda.

2. Cek lagi status gaji dan bonus setahun terakhir

Lihat dan catatlah saldo terakhir di rekening-rekening investasi. Anda perlu mengecek juga status dan nilai gaji 11 bulan belakangan berikut aneka bonus yang sudah Anda terima di luar penghasilan rutin.

Langkah ini penting untuk melihat tingkat pendapatan atau penerimaan dompet Anda selama setahun belakangan. Mengetahui total pendapatan selama setahun ini juga perlu untuk membuat proyeksi target pendapatan Anda tahun depan. Dari data pendapatan ini, Anda juga bisa mengukur rasio menabung Anda atau kemampuan Anda menyisihkan pendapatan untuk tabungan.

3. Teliti kembali arus pengeluaran dalam 3 bulan terakhir

Selesai dengan kolom pendapatan, saatnya Anda melihat dengan teliti histori pengeluaran Anda dalam 3 bulan terakhir. Apakah banyak pengeluaran tidak terduga? Apakah banyak pengeluaran yang melampaui batas budget yang telah Anda tetapkan sebelumnya? Catatlah di mana titik-titik rawan kebocoran pengeluaran dompet, sehingga Anda bisa berstrategi bagaimana tahun depan supaya tidak terjadi hal serupa.

Setelah daftar pengeluaran sudah Anda kantongi, dari situ Anda bisa menghitung arus kas apakah surplus atau defisit. Bila terjadi defisit, catatlah apa saja pemicunya. Dari pengecekan itu, dapat Anda lihat sejauh mana tingkat kesehatan kocek.

4. Hitung rasio untuk indikator kesehatan dompet

Dalam menggelar financial check-up, ada beberapa rasio keuangan yang bisa Anda gunakan untuk mengukur tingkat kesehatan kocek. Antara lain, rasio likuiditas yang berguna untuk mengukur ketersediaan dana darurat. Jumlah ideal untuk lajang adalah 3 bulan pendapatan bulanan. Besar dana darurat akan lebih besar lagi bila status Anda sudah menikah apalagi bila telah memiliki anak.

Rasio tabungan bisa Anda hitung melalui pembagian nilai surplus bulanan dengan pendapatan bulanan. Misal, setiap bulan keuangan Anda surplus Rp 1 juta. Sedang pendapatan bulanan Anda Rp 7 juta. Berarti rasio bulanan Anda sekitar 14%. Rasio tabungan yang ideal adalah minimal 10%.

Rasio utang sebuah keuangan yang sehat tidak boleh melebihi 30% dari pendapatan bulanan. Lalu, ada pula rasio investasi untuk mengukur porsi aset investasi terhadap kekayaan bersih. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Terakhir, Anda bisa mengukur rasio solvabilitas untuk mengukur nilai kekayaan Anda sesungguhnya terhadap total aset yang Anda miliki. Angka minimal 35% dari total aset.

5. Evaluasi kinerja investasi

Anda sudah menjalankan beberapa rencana keuangan untuk masa depan. Rencana-rencana keuangan itu memanfaatkan berbagai macam instrumen atau produk keuangan untuk mencapainya. Di akhir tahun, perlu juga bagi kita mengevaluasi kinerja produk investasi yang kita miliki. Caranya bagaimana?

Pertama, bandingkan return produk investasi Anda dengan produk sejenis di pasar. Apakah angkanya lebih baik atau sebaliknya?

Agar pengukuran kinerja bisa lebih presisi, bandingkan dengan acuan yang tepat. Misalnya, produk investasi yang Anda miliki berjenis reksadana saham. Maka, acuan yang paling tepat untuk melihat adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bisa juga Anda membandingkannya dengan Indeks Reksadana Saham.

Kedua, periksalah apakah capaian return produk investasi yang Anda miliki sudah sesuai dengan target yang Anda asumsikan dalam hitungan awal. Misalkan, untuk dana sekolah anak, Anda memutar investasi di produk reksadana saham dengan asumsi kenaikan 25% per tahun. Apakah angka itu tercapai?

Ketiga, bila asumsi hitungan awal dalam tujuan keuangan tidak tercapai, yaitu ketika imbal hasil berada di bawah benchmark pasar, Anda bisa menempuh beberapa hal, antara lain, mengalihkan atau switching investasi ke produk keuangan lain. Pastikan pindah ke produk keuangan dengan potensi keuntungan lebih baik dengan risiko sama atau lebih kecil.

Tapi, jangan lupa lihat juga kondisi pasar keseluruhan. Bila angka yang menjadi benchmark atau acuan produk memang di bawah target kita, lebih baik lanjutkan saja di produk yang sama. Karena itu berarti penyebab tingkat keuntungan yang rendah adalah karena kondisi pasar sedang tidak bagus.

 

 

 

 

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh HaloMoney

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty