Emas Masih Menjadi Primadona Investasi

By on January 19, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,212 kali
Cadangan-emas

Cadangan-emasMeski harga emas fluktuatif sepanjang tahun lalu, investasi dalam emas tetap menjadi salah satu primadona. Tak heran, produk emas yang diluncurkan bursa berjangka domestik mendapat respons bagus. Ini terlihat dari raihan transaksi kontrak berkala emas GoldGram (KBEGG) milik PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Sejak diluncurkan pada September 2014 hingga akhir tahun lalu, produk ini telah membukukan volume transaksi 1.124 lot. Produk ini merupakan kontrak berkala emas batangan dalam denominasi rupiah.

BBJ bekerja sama dengan GoldGram, pemasok emas yang berasal dari London Bullion Market Association (LBMA). Satu lot terdiri dari lima satuan kontrak, yakni 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram.

Direktur BBJ, Bihar Sakti Wibowo mengatakan, transaksi terbesar pada kontrak ukuran 5 gram dengan jumlah 920 lot. “Kami optimistis kontrak ini akan diminati investor. Tahun ini, kami menargetkan volume transaksi mencapai 37.440 lot atau setara 720 kilogram emas,” ujar Bihar, akhir pekan lalu.

Tak hanya BBJ yang getol menambah produk emas baru. PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) bahkan sudah lebih dulu meluncurkan produk emas batangan. Produk yang diluncurkan pada Februari 2014 itu terbagi dua jenis, yaitu PAMPGRID dan PAMPKGUD. PAMPGRID merupakan kontrak emas 100 gram dalam satuan rupiah. Sementara, PAMPKGUD adalah kontrak emas 1 kilogram dengan satuan dollar AS. PAMP merupakan emas produksi pabrik pemurnian Swiss.

BKDI menggandeng PT Straits Bullion selaku distributor eksklusif emas PAMP di Indonesia. Meski relatif baru, kontrak ini mendapat respons cukup bagus. Data BKDI menunjukkan, sejak diluncurkan hingga akhir tahun lalu, transaksi PAMPGRID mencapai 1.329 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp 168,827 miliar. Adapun, volume transaksi PAMPKGUD sebesar 3.722 lot dengan nilai transaksi sekitar US$ 59.899.230.

Dari sisi harga, pada periode yang sama, harga kontrak emas PAMPGRID sudah naik 1,2%, namun PAMPKGUD tercatat turun 4,6%.

Head of product Development BKDI Stella Novita Lukman berharap, tahun ini, BKDI dapat meningkatkan volume transaksi masing-masing produk itu sebesar 20%. “Kami akan kerjasama dengan distributor emas PAMP untuk promosi produk ini,” ujar dia.

 

 

Sumber: KONTAN