Emas Kembali Tertekan Setelah Kemarin Sempat Mengalami Penguatan

By on June 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,182 kali
Gold

Emas Kembali Tertekan Setelah Kemarin Sempat Mengalami Penguatan

Harga emas kembali tertekan. Aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar menyusul penguatan harga di awal pekan, menjadi salah satu penyebabnya.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Agustus 2013 di Bursa Comex, Selasa (4/6) pukul 16.14 WIB, turun 0,56% menjadi US$ 1.404,09 per ons troi dibandingkan harga sehari sebelumnya. Koreksi harga terjadi setelah di awal pekan ini, harga emas menguat sebesar 1,35% dibanding akhir pekan lalu.

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas sempat terangkat rilis data pertumbuhan industri manufaktur Amerika di Mei yang turun di level 49 dibandingkan April yang mencapai 50, 7. Itu memicu spekulasi pasar bahwa ekonomi AS masih belum pulih benar, sehinggaThe Fed masih akan mempertahankan program stimulus moneter.

Spekulasi tersebut menekan dollar AS dan membuat pergerakan emas terodorong naik. Namun, karena pada saat bersamaan pasar juga masih menantikan rilis data non farm payroll di AS, sehingga penguatan harga tertahan.

“Pola harga sebenarnya mencoba rebound, tapi karena pasar melakukan aksi profit taking dan masih menunggu rilis data tersebut, penguatan menjadi tertahan,” kata Ariston.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures, bilang, belakangan ini harga emas tertekan oleh prospek pemulihan ekonomi AS yang makin baik. Itu, telah memicu perubahan prilaku investasi pasar dari emas ke saham dan instrumen lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Nizar melihat, pasar ragu pesona emas akan kembali pulih seperti sebelumnya. Ini terlihat dari harga yang tertekan di tengah penggelontoran stimulus yang dilakukan oleh beberapa bank sentral di dunia, termasuk AS.

Nizar memprediksi, tren pelemahan harga emas kemungkinan akan berlangsung lama. “Emas hanya akan terombang- ambing di harga US$ 1.300- US$ 1.400 per ons troi,” kata Nizar.

Secara teknikal, Nizar melihat, selama sepekan ke depan harga emas akan cenderung tertekan. Harga masih di bawah moving average (MA) 25, MA 50, MA 75 dan MA100. Moving average convergence divergence (MACD) berada di area -16 menunjukkan tren pelemahan masih akan berlanjut.

Stochastic bergerak naik ke level 54 menunjukkan harga emas akan cenderung menguat. Relative strength index (RSI) bergerak datar di level 47 menandakan harga cenderung bergerak mendatar.

Perkiraan Nizar,  sepekan ke depan, harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.350- US$ 1.440 per ons troi. Sedangkan Ariston menebak, harga emas di rentang US$ 1.373- US$ 1.421 per ons troi. (Agus Triyono, Kontan)