Emas Kembali Mengalami Penurunan

By on May 27, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,290 kali

Emas Kembali Mengalami Penurunan

Metal menjadi korban penjualan besar-besaran pada hari Senin, menyeret turun emas bersamanya, karena penguatan dolar AS dan dengan investor menjadi lebih hati-hati terhadap metal berharga sebagai alternatif investasi.

Setelah emas, sekarang perak mengalami penurunan juga. Perak, menurut IG Market, adalah indikator awal dari emas, dan dengan begitu, kepercayaan bahwa metal kuning akan melanjutkan penurunannya diteguhkan.

Hedge funds dan money managers sedang meningkatkan taruhan bearish mereka terhadap emas, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission AS. Emas berjangka terlihat ada 74,432 posisi jual per 14 Mei – posisi jual terbanyak sejak rekor dimulai pada Juni 2006 – dibandingkan dengan 67,374 seminggu yang lalu.

Suatu kombinasi faktor termasuk menguatnya dolar AS, tidak adanya tekanan inflasi yang kuat dan performance dari pasar saham yang kuat telah mengurangi daya tarik terhadap emas pada minggu – minggu belakangan ini.

Emas, yang mengalami kejatuhan terbesar dalam satu hari dalam 3 dekade pada tanggal 15 April, sedang mencari pijakan kata Gilman dari CEF Holdings yang menjadi lebih sulit dengan menguatnya dolar AS. Dolar AS yang menguat adalah faktor negatif bagi emas karena hal ini akan membuat menjadi mahal bagi pemegang matauang lainnya.

Metal kuning akan jatuh ke tetangga dari $1,250, dibatas mana support akan muncul menghadang, katanya.

“Masih banyak kebingungan mengenai metal berharga. Pasar terkoyak dalam tiga group – kelompok yang benar-benar percaya yang tidak kuatir mengenai pergerakan harga jangka pendek, kelompok Warren Buffets yang tidak percaya emas memiliki nilai seberapapun juga, dan ditengah-tengahnya, pembeli keuangan, “ kata Gilman.

“Hari ini, apa yang Anda lihat adalah pembukaan trading yang klasik dari para investor keuangan…tetapi anda tidak melihat penjualan yang dilakukan oleh para pemercaya di dalam emas,” dia menambahkan. (Mindo Sianipar, Vibiznews)