Emas Berjangka Anjlok

By on May 16, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,360 kali
Emas Berjangka

Emas Berjangka Anjlok

Emas berjangka tumbang dibawah $1,400 per ons, melanjutkan kejatuhan terpanjang dalam hampir tiga bulan, dengan dolar AS rally mengikis permintaan terhadap metal sebagai alternatif investasi. Perak jatuh ke tiga minggu terendah.

Dolar AS naik ke 9 bulan tertinggi terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Euro jatuh ke terendah dalam hampir 6 minggu terhadap dolar selagi resesi area euro melanjut ke rekor kuartal ke 6 berturut-turut. Emas telah turun 17 persen tahun ini dengan para investor telah kehilangan kepercayaan terhadap metal sebagai tempat penyimpanan harta.

Harga mundur ke bawah $1,400 untuk pertama kali sejak 19 April dengan langkah-langkah stimulus oleh bank sentral dan pasar saham yang mencapai rekor tertinggi gagal untuk mempercepat laju inflasi. Sementara permintaan konsumen untuk koin emas dan perhiasan menolong rally terhadap metal berharga sampai 5.7% dari dua tahun terendah pada 16 April, emas sedang menuju penurunan tahunan pertamakali sejak tahun 2000, menghentikan keuntungan selama 12 tahun berturut-turut.

“Permintaan pisik bisa memberikan suatu support, tetapi emas tidak bisa naik dalam lingkungan deflasi,” Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior di Archer Financial Services Inc. di Chicago, berkata dalam sebuah interview telpon. “Dolar telah muncul sebagai instrument yang berkualitas yang dipilih, dan banyak uang yang telah bergerak ke saham.”

Emas berjangka untuk penyerahan Juni jatuh 2 persen dan berada pada $1.396.20 di 1:38 p.m. pada Comex di New York, setelah menyentuh $1.389, terendah untuk kontrak teraktif sejak 19 April. Harga-harg jatuh untuk lima sesi berturut-turut, kejatuhan terpanjang sejak 20 Februari.

(Mindo Sianipar, Vibiznews)