Ekonomi AS Membaik, Jadi Fokus Pasar Mata Uang

By on May 15, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,907 kali

Ekonomi AS Membaik, Jadi Fokus Pasar Mata Uang

Untuk jangka waktu yang lama, dolar AS tidak mendapatkan perhatian sama sekali, tetapi sekarang dolar AS berdiri tinggi lagi, sekarang ia menjadi fokus kunci buat pasar matauang dengan data ekonomi AS mulai kelihatannya lebih baik dari bulan lalu.

Para Trader berkata dolar juga naik karena bank sentral lainnya melompat masuk ke dalam gerbong kereta likuiditas, dengan Israel sebagai yang terakhir yang memangkas suku bunganya, mengikuti Korea Selatan, India, Australia hanya beberapa hari yang lalu. Dan tentu saja, program “easing” yang massif dari Bank of Japan telah menghantam pasar matauang dunia, membuat dolar/yen sebentar berada diatas 102 untuk pertama kalinya dalam empat tahun pada hari Senin. Indeks dolar naik ke 83.276 dari 83.132.

Brown Brothers Harriman kepala ahli strategi mata uang Marc Chandler berkata dolar naik pada hari Senin karena beberapa faktor disamping “easing” dari bank sentral. Salah satunya adalah komentar dari kepala Fed Ben Bernanke akhir minggu lalu bahwa the Fed sedang mengawasi tanda-tanda dari pengambilan resiko yang berlebihan, atau “mengejar imbal hasil” diantara para investor. Yang lain adalah artikel dari Wall Street Journal yang menunjukkan the Fed mulai melihat pada strategi “exit”, walaupun para trader berkata bahwa tidak ada yang baru dari cerita ini.

Laporan pada hari Senin mengenai “penjualan ritel April yang lebih dari pada yang diperkirakan” adalah tanda terbaru bahwa penurunan ekonomi AS tidaklah seburuk yang ditakutkan. Ini memberikan dorongan bagi dolar AS, dan beberapa ekonom juga menaikkan outlook mereka untuk GDP kuartal kedua. Salah satunya J.P. Morgan menaikkan ramalannya menjadi 2% dari sebelumnya 1.5%. Hal ini dilakukan karena perbaikan trend dalam klaim pengangguran mingguan selama 4 minggu rata-rata, terbaik sejak 2007.

Dolar yang lebih kuat memangkas harga-harga komoditi, menggerakkan minyak ke $95.17, turun 87 sen pada hari Senin. Harga emas juga dalam tekanan, rugi $2.30 menjadi $1,434.30 per ons. Treasurys laku habis, dan imbal hasil bergerak lebih tinggi, dengan jangka waktu 10 tahunan berakhir di 1.925 persen.

Chandler berkata dolar/yen bisa mencapai 105 di akhir tahun dan euro bisa bergerak sampai 1.20 dari level sekarang di bawah 1.30.

(Jul Allens, Vibiznews)