Dollar Australia Melemah Akibat Pengaruh dari Penjualan Ritel yang Menurun

By on May 7, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,951 kali

Dollar Australia Melemah Akibat Pengaruh dari Penjualan Ritel yang Menurun

Dollar Australia melemah terhadap beberapa mata uang utama dunia. Rilis data ekonomi Australia yang menunjukkan kontraksi di bulan Maret 2013 lalu menjadi salah satu biang AUD kurang tenaga.

Pasangan EUR/AUD, Senin (6/5) pukul 18.45 WIB, menguat 0,63% menjadi 1,2790 dibanding akhir pekan lalu. Pairing AUD/USD melemah 0,07% menjadi 1,0246, dan pasangan AUD/JPY melemah 0,42% menjadi 101,709.

Seperti diketahui, data penjualan ritel Australia di luar dugaan menurun tajam menjadi minus 0,4% di bulan Maret 2013 dari sebelumnya tumbuh sebesar 1,3%. Angka ini jauh di bawah prediksi para analis yang memperkirakan ada pertumbuhan  penjualan ritel sebesar 0,20%.

Data ekonomi yang negatif ini semakin menguatkan spekulasi pemotongan tingkat suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Menurut kalkulasi Bloomberg, ada potensi sebesar 53% bagi RBA memangkas suku bunga acuan Australia pada hari ini.

Daru Wibisono, analis Monex Investindo Futures mengatakan, sentimen negatif dari data penjualan ritel Australia tersebut akan membebani pergerakan aussie, sebutan dollar Australia, terhadap pairing seperti euro. “Meski kondisi ekonomi di Uni Eropa tidak lebih baik daripada Australia, namun minimnya informasi dari zona Eropa di awal pekan ini akan membantu pergerakan euro,” ujar Daru.

Analis senior Harvest International Futures, Ibrahim mengungkapkan, ekspektasi potensi penurunan suku bunga acuan di Australia, membuat pelaku pasar melakukan aksi profit taking sebelum pemangkasan suku bunga direalisasikan. “Sebab, dampak pemangkasan suku bunga  tersebut akan menguatkan aussie,” ujar dia.

Adapun, terhadap yen Jepang, analis SoeGee Futures, Nizar Hilmy mengatakan, pelemahan aussie atas yen hanya sesaat. Dalam jangka panjang,  pergerakan AUD/JPY masih akan naik seiring kelonggaran kebijakan moneter Jepang. (Agung Jatmiko, Dina Farisah, Kontan)