Dollar AS Menguat

By on May 10, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,245 kali

Dollar AS Menguat

Dollar menguat didorong oleh data pekerjaan baru yang menambah kepercayaan pada ekonomi Amerika Serikat.

Greenback (sebutan bagi dollar AS) melonjak menjadi 100,55 yen pada Kamis 21.00 GMT (Jumat 04.00 WIB), naik dari 99,01 yen pada Rabu sore. Hal ini sudah lama diperkirakan ketika bank sentral Jepang (BoJ) memompa lebih banyak likuiditas ke dalam ekonomi Jepang untuk menutup lubang deflasi.

Dollar AS telah menguat lebih dari 30 persen terhadap yen sejak di titik terendah 77 yen pada akhir September lalu.

Sementara terhadap euro, dollar menguat lebih dari satu persen. Pada 21.00 GMT euro berada di 1,3044 dollar AS, dibandingkan dengan 1,3156 dollar AS pada Rabu.

Dollar AS mendapat dukungan dari data ekonomi AS. Klaim pengangguran awal AS, tanda laju PHK, jatuh menjadi sesuai secara musiman 323.000 pada minggu lalu, tingkat terendah sejak pertengahan Januari 2008, demikian Departemen Tenaga Kerja melaporkan.

Analis menerjemahkan data tersebut ke dalam harapan yang lebih tinggi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mulai mengetatkan kebijakan moneternya pada  tahun ini daripada 2014, sehingga meningkatkan prospek greenback.

David Song, analis mata uang di DailyFX, mengatakan, program stimulus agresif bank sentral Jepang juga bisa lebih melemahkan yen.

“Rendahnya imbal hasil mata uang dapat melemah menjelang keputusan suku bunga bank sentral Jepang berikutnya pada 22 Mei ketika mengadopsi pendekatan lebih agresif untuk membendung deflasi,” katanya.

Sementara pound Inggris melemah menjadi 1,5451 dollar AS, turun dari 1,5536 dollar AS pada akhir Rabu.  Adapun terhadap franc Swiss, dollar AS naik menjadi 0,9479 franc dari 0,9352 franc. (Antara News)