Dollar AS Kembali Menguat

By on June 5, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,184 kali

Berita – Kurs dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya menguat Kamis (Jumat pagi WIB) setelah laporan pengangguran dari negara itu menunjukkan data-data positif.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Kamis menyatakan dalam pekan yang berakhir 30 Mei angka pendahuluan yang disesuaikan secara musiman untuk klaim pengangguran awal mencapai 276.000, turun 8.000 dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya.

Estimasi terbaru itu sejalan dengan perkiraan pasar.

Para investor sedang menunggu laporan penggajian sektor non-pertanian yang dipantau cermat yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan pandangan lebih komprehensif tentang pemulihan pasar tenaga kerja AS.

Di luar negeri, pemerintah Yunani pada Kamis menyatakan optimis terhadap kesepakatan yang “dapat diterima bersama” dengan para kreditor internasional tentang pengaturan pembayaran utang negara itu menyusul pembicaraan meyakinkan terbaru di Brussel.

Tetapi Yunani dan kreditor internasional masih perlu beberapa hari lagi untuk meraih kesepakatan, kata Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras setelah pertemuan maraton dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Presiden Eurogroup Jeroen Dijsselbloem.

Yunani mengatakan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis bahwa pihaknya berencana menggabungkan empat pembayaran yang jatuh tempo Juni, dengan jatuh tempo pertama Jumat (5/6), ke dalam satu pembayaran tunggal untuk 30 Juni.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1247 dolar AS dari 1,1250 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5370 dolar AS dari 1,5314 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7685 dolar AS dari 0,7770 dolar AS.

Dolar AS dibeli 124,36 yen Jepang, lebih tinggi dari 124,35 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9328 franc Swiss dari 0,9357 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2492 dolar Kanada dari 1,2460 dolar Kanada, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.