Dollar AS Jatuh Karena Aksi Ambil Untung

By on May 30, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,967 kali

Dollar AS Jatuh Karena Aksi Ambil Untung

Kurs dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena aksi ambil untung setelah melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Pada pukul 22.00 GMT (Kamis 05.00 WIB), euro dibeli 1,2942 dolar, naik dari 1,2855 dolar pada akhir Selasa, sementara dolar dinilai 101,13 yen, turun dari 102,32 yen.

Greenback juga melemah terhadap pound Inggris dan franc Swiss, sementara euro diperdagangkan pada 130,87 yen, turun dari 131,61 yen pada Selasa.

Kemunduran dolar “tida ada alasan nyata,” tetapi dapat dijelaskan sebagai “arus akhir bulan dan ambil untung,” kata Christopher Vecchio, analis mata uang di DailyFX.

Vecchio mencatat bahwa indeks dolar AS naik 4,07 persen pada bulan ini sebelum pembukaan hari ini, “gerakan yang cukup kuat untuk mata uang apapun, terutama yang tetap terhambat oleh rezim kebijakan bank sentral sangat longgar,” katanya.

Omer Esiner, Kepala Analis Pasar di Commonwealth Foreign Exchange, mengatakan penguatan euro terhadap dolar dijelaskan oleh “arus portofolio akhir bulan.”

Pada saat yang sama, Esiner memperingatkan bahwa keseluruhan prospek euro tetap cenderung lebih rendah di tengah kondisi ekonomi yang lemah yang bisa memacu lebih banyak tindakan bank sentral. Sebaliknya, perdebatan di AS sudah mulai bergeser ke pertanyaan

kapan Federal Reserve dapat mempertimbankan kembali pembelian pembelian obligasinya.

“Selama prospek kebijakan Fed terus kontras dari ECB, euro akan tetap rentan,” tambah Esiner.

Di antara mata uang lainnya, pound diperdagangkan pada 1,5128 dolar dibandingkan dengan 1,5036 dolar pada Selasa. Dolar diperdagangkan pada 0,9618 franc Swiss. (Desy Saputra, AntaraNews)