Dollar AS Dilanda Aksi Ambil Untung

By on May 31, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,390 kali

Dollar AS Dilanda Aksi Ambil Untung

Dollar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap beberapa mata uang utama dunia. Aksi ambil untung (profit taking) setelah dollar AS relatif menguat dalam beberapa hari terakhir, menjadi salah satu penyebab dollar AS melemah.

Pasangan EUR/USD, Kamis (30/5) pukul 17.00 WIB, menguat 0,41% menjadi 1,2994 dibanding sehari sebelumnya. Pairing AUD/USD menguat 0,42% menjadi 0,9674. Sementara, pasangan USD/JPY melemah 0,36% menjadi 100,79.

Zulfirman Basir, analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, selain profit taking, kejatuhan dollar AS khususnya terhadap aussie karena data pembangunan rumah di Australia yang membaik. Ini membawa harapan perbaikan pertumbuhan ekonomi di negara itu, sehingga membuat aussie terangkat.

Namun, penguatan aussie masih terbatas. Sebab, aussie berpotensi tertekan oleh data manufaktur China yang akan dirilis, akhir pekan ini. Berdasarkan prediksi analis, data manufaktur China masih akan melambat. Akibatnya, aussie akan terpukul, karena China merupakan mitra dagang utama Australia.

Analis PT Millenium Penata Futures, Suluh Adil Wicaksono mengungkapkan, penguatan dollar AS juga tertahan oleh data pengangguran AS yang diprediksi akan meningkat. Adapun, pelemahan pasangan USD/JPY lebih disebabkan sebagian besar pelaku pasar masih mengambil sikap wait and see, menjelang rilis data produk domestik bruto (PDB) AS kuartal I-2013.

“Ketidakpastian kelanjutan stimulus juga menjadi faktor penahan laju penguatan dollar AS,” imbuh Nurul Eti Nurbaeti, Head of Research Divisi Tresuri BNI.

Seandainya beberapa data ekonomi AS, seperti unemployment claim yang akan naik, sesuai prediksi, maka dollar AS akan cenderung tertekan dan melanjutkan pelemahan. (Agung Jatmiko, Dina Farisah, Kontan)