Dolar AS Melemah Saat Menanti The Fed

By on May 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,914 kali
investasi forex

Dolar AS Melemah Saat Menanti The Fed

Dolar AS melemah terendah dalam hampir dua bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu dengan investor menebak bank sentral AS akan kembali komit kepada program stimulus yang agresif dan bahkan kemungkinan memperluasnya.

Indeks dolar berada pada 81.726 setelah jatuh ke terendah di 81.598 pada hari Selasa.

Turunnya dolar menepis kenaikan dari harga rumah AS dan rebound di keyakinan konsumen AS, dan sebaliknya fokus pada kontraksi yang tidak terduga di aktifitas bisnis Midwest.

Data ini datang dari pembuat kebijakan Federal Reserve yang berkumpul untuk meeting bulanan mereka selama dua hari ditengah pembicaraan bank sentral kemungkinan akan menambah lebih banyak stimulus untuk membantu memperluas pemulihan ekonomi yang masih setengah-setengah.

“Kami melihat resiko dengan the Fed sekarang secara efektif gagal dalam mencapai obyektif inflasi dan employmentnya,” kata Vassili Serebriakov, ahli strategi di BNP Paribas.

“Kami memperkirakan meeting minggu ini akan mensupport pandangan kami bahwa QE3 adalah sangat mungkin sampai akhir tahun dan bahwa resikonya adalah lebih banyak dan tidak kurang.”

Ini adalah perubahan yang besar dari hanya sebulan yang lalu, dimana kebanyakan pemain pasar percaya bahwa gerakan the Fed selanjutnya adalah akan mengurangi “easing”, dan bukannya menambah.

Dolar AS turun terhadap yen ke 97.32, kira-kira 0.1% dibawah level AS terakhir setelah menyentuh terendah dalam dua minggu di 96.99 hari yang sebelumnya.

“ Pada saat ini, pasar mempertimbangkan range yen di 97-100. Tetapi jika data ekonomi AS terus mengecewakan, ada resiko range trading dolar/yen akan turun ke 95-98,” kata Yoshio Takahashi, analis dari Barclay Capital di Tokyo.

Dolar AS juga kehilangan pijakan terhadap euro, yang naik ke tertinggi dalam dua minggu dekat $1.3187 pada hari Selasa dan terakhir berada pada $1.3166 dari level New York terakhir. Matauang ini sekarang menghadapi resistan kuat di sekitar $1.3200. Menguatnya Euro mengejutkan pasar karena data zona euro telah sama mengecewakannya seperti indikator AS. (Jul Allens, Vibiznews)