Developer Properti Perlu Perhatikan Nilai Tambah untuk Tingkatkan Harga Jual

By on March 10, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 437 kali

Investasi Properti – Berinvestasi di bidang properti tak harus dibayangkan membutuhkan persiapan dana yang besar meskipun faktor kuatnya permodalan sangat menunjang besar kecilnya keuntungan yang hendak diraih. Seorang single investor yang memiliki dana ratusan milyar mungkin telah cukup untuk memulai bisnis propertinya dan menghasilkan sejumlah bangunan apartemen, ruko ataupun perkantoran di kota-kota yang tidak lebih besar dari Jakarta atau Surabaya. Namun nilai sekian mungkin tidak berarti untuk memulai bisnis properti dikedua kota Metropolitan ini. Karena itu perlu diperhatikan di kota, kawasan dan wilayah mana sebuah bangunan properti akan didirikan mempertimbangkan kemampuan kantong investor yang berniat menjadi developer properti.

Selanjutnya seorang developer properti harus mampu memberikan nilai tambah properti yang dibangunnya entah itu perumahan, apartemen, ruko, rukan maupun perkantoran. Nilai tambah tersebutlah yang akan membuat suatu properti marketable atau tidak. Banyak perusahaan developer properti dewasa ini mengintegrasikan marketing plan yang sempurna dan nilai tambah yang lengkap, menjadikan produk properti mereka semakin menggiurkan. Mereka bersaing dalam melengkapi nilai tambah mematok harga yang menyithir calon kosumen susah untuk menolak.

Nilai tambah dari suatu produk properti dapat berbentuk kelengkapan fasilitas. Bila properti tersebut adalah apartemen, real estale atau cluster, nilai tambah yang diimbuhkan mungkin saja berbentuk kolam renang, taman, pusat perbelanjaan dan hang out, pusat olahraga seperti fitness center atau lapangan squash serta masih banyak variasi lain. Sebagian developer properti utamanya developer apartemen bahkan ada yang mau memperlengkapi usahanya sebagai salah satu nilai tambah bisnis dengan menyediakan sekaligus seluruh perabot pokok bagi customer yang berniat membeli apartemen. Mereka tak segan menggunakan jasa desainer asing demi kepentingan menyuguhkan desain dan perabot yang bukan hanya ekskusif namun juga tematik. Masyarakat ultra modern yang menghindari kerumitan dan gemar akan segala hal yang disimplikasi sangat menyukai model fully furnished ini dimana mereka menghuni tempat tanpan ribet memindah-mindahkan perabot.

Selain nilai tambah yang berbentuk fisik, strategis tidaknya suatu properti yang dibangun juga turut berpengaruh terhadap pertimbangan pilihan calon konsumen. Apabila mungkin, properti dapat dibangun di wilayah yang menghadap pantai sehingga view yang ditawarkan adalah pantai, atau dibangun di wilayah yang menghadap pegunungan sehingga view yang ditawarkan adalah pegunungan. Tak jarang para calon konsumen mencari lokasi properti yang memudahkan mereka dalam menjalankan bisnis atau pekerjaan mereka. Mereka akan senang menempati hunian yang memiliki akses dekat dengan airport atau jalan tol.

Tak beda dengan hunian, konsumen yaang membutuhkan tempat berkantor menghendaki properti yang bebas banjir, terlebih bila lokasinya jauh dari kebisingan namun tetap dekat dengan akses-akses bisnis.

Developer properti yang mengindahkan nilai tambah untuk properti yang dikembangkannya cukup paham bahwa sederet nilai tambah tersebut tak kalah penting dari properti itu sendiri. Nilai tambah tersebut mampu meningkatkan harga jual hingga 100% karena tak sedikit orang yang membeli dengan alasan prestis lebih besar dari fungsi properti yang dibelinya.