Defisit Neraca Perdagangan Jepang Memburuk

By on May 22, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,120 kali

Defisit Neraca Perdagangan Jepang Memburuk

Defisit neraca perdagangan Jepang memburuk di bulan April seiring lebih tingginya pertumbuhan impor dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor. Ini merupakan defisit untuk 10 bulan berurutan dan mencerminkan efek dari drastisnya pelemahan yen. Berlanjutnya pelemahan yen memang dapat meningkatkan ekspor namun juga akan mendongkrak impor produk energi yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian Jepan. Defisit mencapai -¥879,9 miliar; lebih buruk dari estimasi -¥621,1 miliar dan publikasi Maret -¥362,4 miliar. Ekspor mencatatkan pertumbuhan 3,8% untuk bulan April; lebih baik dari publikasi sebelumnya yang hanya naik 1,1%. Impor meningkat 9,4%; lebih tinggi dari publikasi Maret 5,5%.

Memburuknya kinerja ekspor tentunya akan memberikan dukungan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengaktifkan kembali program energi nuklir Jepang. Mayoritas pembangkit listrik nuklir Jepang kini tidak berfungsi pasca tragedi Fukushima yang telah membuat masyarakat Jepang khawatir dengan keselamatan. Jika semua pembangkit listrik dapat diaktifkan kembali maka ini tentunya dapat mengurangi ketergantungan energi Jepang.

Sementara itu, yen tidak banyak berubah walaupun Nikkei melanjutkan rally di awal sesi Asia. USD/JPY kini diperdagangkan 102.48; dekat level pembukaan 102.49. Nikkei futures kini diperdagangkan 15525, menjauhi level rendah harian 15450 (fr)