Dasar-dasar Investasi Properti Pemula

By on July 3, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 394 kali

Investasi Properti – Sampai kapan pun, investasi properti merupakan pilihan yang sangat menjanjikan karena keuntungannya berlipat dan kadang melebihi target. Kenyataan itulah yang kerap memancing minat para pemula yang ingin mendulang kesuksesan dari model investasi tersebut. Ketika mereka terjun di bidang tersebut, justru kesulitan yang dihadapi lebih berat dari yang sebelumnya dibayangkan. Kondisi lapangan memang selalu berbeda dari prediksi di atas kertas, jadi jangan terburu mengambil keputusan gegabah dengan menanamkan saham properti. (Baca: Lebih Untung Mana Investasi Tanah, Rumah Ataukah Apartemen?)

Faktor Lokasi

Mana sih yang lebih berperan? Faktor lokasi atau bangunan? Keduanya sebetulnya faktor-faktor yang saling berpengaruh satu sama lainnya. Namun yang harus lebih diprioritaskan ialah faktor lokasinya. Apakah kawasan properti tersebut lebih banyak keunggulan atau kekurangannya? Sering juga sebuah properti terletak di kawasan strategis namun tidak ditunjang oleh bangunan yang diharapkan. Oleh karena itu, kita tak bisa menyimpulkan begitu saja perihal faktor keunggulan properti kalau hanya melihatnya dari satu sudut pandang.

Bagi seorang pemula, masalahnya terletak pada kurangnya pengalaman sehingga keputusan yang diambil pun seringkali tidak didasarkan pertimbangan matang. Asal lokasi dan bangunannya nampak bagus, seorang pemula cenderung sudah puas dengan pilihan tersebut. Kalau cara berinvestasinya semacam itu, tak perlu menunggu waktu lama untuk gulung tikar.

Kesalahan yang berujung pada kegagalan investasi harus dihindari dengan cara memahami serta menerapkan dasar-dasarnya bagi pemula. Sebagai gambaran umum, berikut merupakan beberapa prinsipnya:

1. Potensi Lokasi

Lebih baik berinvestasi di kawasan yang punya potensi bagus di masa depannya, daripada cuma tertarik pada faktor kualitas bangunan. Seorang calon investor seharusnya belajar lebih cermat dan jeli dalam menentukan nilai investasi, termasuk prospek dari lokasi atau kawasan yang akan dipilih. Jika membeli bangunan di kawasan tersebut, apakah akan laku disewakan? Lokasi sebuah properti yang sedang mengalami perkembangan atau pembangunan akan menjadi faktor yang cukup menguntungkan bagi masa depan investasi tersebut. Jadi, pelajarilah sebaik-baiknya mengenai potensi kawasan dan bangunan yang sekiranya menarik minat.

2. Prioritaskan Bangunan Rumah

Berbagai macam bangunan ditawarkan sebagai bagian dari bisnis properti. Pilihan-pilihan yang umum adalah rumah, ruko, dan apartemen. Alih-alih mengambil risiko dengan langsung mengambil keputusan investasi, pertimbangkanlah sebaik-baiknya. Seorang investor pemula tak perlu memaksakan diri untuk membeli ruko atau apartemen. Lebih baik membeli rumah saja sebagai awalan untuk merintis investasi. Mengapa? Sebab jika dibandingkan dengan ruko atau apartemen, luas bangunan rumah biasanya lebih besar sehingga berpengaruh pada harga tanah. Dewasa ini, kenaikan harga tanah jauh lebih dimungkinkan daripada harga bangunan. Hal itu jelas akan sangat menguntungkan di masa depan.

3. Jangan Langsung Dijual

Setelah membeli bangunan untuk investasi, jangan langsung dijual. Kesalahan ini kerap dilakukan oleh para investor pemula yang ingin segera mendapatkan untung setelah melakukan transaksinya. Sebaiknya bangunan tersebut disewakan terlebih dahulu supaya bisa menerima pemasukan secara berkala. Harga sewanya bisa ditentukan sekitar lima persen dari pembelian awal. Jika lokasi dan bangunannya cukup strategis, tidak akan sulit mencari calon penyewa yang berminat dengan properti tersebut. (Baca: Apa Saja Pajak Untuk Pembeli dan Penjual Rumah?)

4. Analisis Harga

Kaitannya dengan prinsip sebelumnya, yaitu tidak terburu-buru menjualnya. Selama memanfaatkan properti sebagai bangunan yang disewakan, seorang investor harus mencermati kenaikan harga yang signifikan. Biasanya harga bangunan rumah mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan kisaran sekitar lima belas persen. Jika sudah mencapai lima tahun baru menjualnya, maka untung yang diperoleh bisa mencapai tujuh puluh lima persen.