Dana Reksadana Mengalami Penurunan

By on July 19, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,312 kali
investasi reksadana

Dana Reksadana Mengalami Penurunan

Investasi Reksadana – Dana yang dikelola oleh reksadana pada bulan lalu memang mengalami penurunan. Berdasarkan data yang di catatat oleh PT Investa Utama, jumlah keseluruhan dana yang dikelola reksadana mengalami penurunan sebesar 0,2% sehingga totalnya Rp. 195,31 Triliun apabila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Penurunan dana yang dikelola reksadana terjadi di reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan juga reksadana terproteksi. Sementara untuk dana pada reksadana pasar uang mengalami penurunan sebesar 9,18% atas dana pada bula sebelumnya sehingga menjadi Rp. 12,155 Triliun.

Untuk dana reksadana pendapatan tetap turut mengalami penurunan hingga 9,04% sehingga menjadi Rp. 29,347 Triliun pada bulan lalu. Dana di reksadana campuran juga mengalami penurunan 0,46% jadi Rp. 25,24 Triliun. Sedangkan, untuk dana kelolaan di reksadana terproteksi menurun hingga 1,22% dan menjadi Rp. 38,107 Triliun.

Analis dari PT Infovesta, Vilia Wati melihat adanya penurunan terahadap dana kelolaan pada jenis reksadana pasar uang yang diakibatkan karena redemption unit penyertaan atau UP sekitar 9,49%. Ada pula reksadana pendapatan tetap juga diprediksi dana kelolaannya akan mengalami penurunan dikarenakan ada 2 faktor diantaranya adalah adanya redemption UP sekitar 5,43% serta penurunan aset portofolio yang diakibatkan karena terkoreksinya pasar obligasi.

Michael T Tjoajadi selaku Presiden Direktur dari PT Schroders mengatakan , walaupun dana yang dikelola mengalami penurunan, akan tetapi jumlah dari para investor malah semakin bertambah. Selain itu Michael juga menuturkan, seorang investor masih lebih waspada karena kondisi ekonomi masih belum stabil. apabila pasar telah mengkonfirmasi keadaan perekonomian di Indonesia sudah relatif stabil, maka para investor akan masuk kembali.

Agus Basuki, Presiden Direktur dari PT Samue Aset Manajemen menduga adanya redemption di reksadana pendapatan tetap karena para investor pindah ke jenis instrumen investasi yang lain layaknya reksadana saham. Dengan pengalihan portofolio ini adalah langkah untuk mengantisipasi pada investor dari menurunnya kinerja obligasi.

Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya dana yang dikelola reksadana saham sekitar 5,11% sehingga Rp. 88,10 Triliun pada bulan kemarin apabila dibanding dengan dana pada bulan Mei 2013. Ada pula unit penyertaan reksadana saham turut ikut mengalami kenaikan hingga 14,37% sehingga menjadi 34,62 Milyar unit.

Berdasarkan historisnya, liburan musim panas layaknya sekarang ini adalah momen yang paling tepat bagi para investor, terlebih lagi untuk investor asing untuk melakukan penarikan dana. Akan tetapi dengan memasuki pertengahan tahun 2013 ini, para investor lebih cenderung untuk menahan diri.

Walaupun begitu, dana kelolaan pada PT Samuel Aset Manajemen turut meningkat pada akhir bulan kemarin. Samuel membukukan dananya sebesar Rp. 2,2 Triliun atau mengalami kenaikan sebesar 22% dibanding bulan Mei 2013 yang hanya sekitar 1,8 Triliun saja. Adanya peningkatan itu juga karena disumbang oleh reksadana Campuran serta Reksadana Saham.

Vilia juga menilai mengenai valuasi IHSG yang berada pada level yang wajar, akan menarik para investor untuk kembali menambah investasinya pada reksadana saham.