Dana Kelolaan Reksadana Naik

By on April 8, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,270 kali
investasi reksadana

Dana Kelolaan Reksadana Naik

Dana kelolaan reksadana sepanjang bulan Maret 2013 mengalami kenaikan. Menurut data PT Infovesta Utama, total dana kelolaan reksadana di bulan Maret naik 2,72% menjadi Rp 188,20 triliun dari bulan Februari yang sebesar Rp 183,21 triliun. Reksadana saham mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 7,36% menjadi Rp 77,47 triliun. Sementara, reksadana campuran mencetak pertumbuhan dana kelolaan sebesar 2,97% menjadi Rp 22,76 triliun (lihat tabel).

Sejak awal tahun dana kelolaan reksadana memang terus meningkat. Di bulan januari 2013 lalu, dana kelolaan reksadana masih tercatat Rp 181,10 triliun.

Vilia Wati, analis Infovesta Utama mengatakan, pertumbuhan dana kelolola dipengaruhi oleh moncernya kinerja masing-masing reksadana sehingga mendorong nilai aset portofolio. Selain itu, pertumbuhan unit penyertaan juga ikut menopang pertumbuhan dana kelolaan. “Pertumbuhan unit penyertaan dipengaruhi oleh subscription investor,” kata Vilia, akhir pekan lalu.

Data Infovesta menunjukkan, total unit penyertaan (UP) reksadana meningkat 0,87% menjadi 111,60 miliar unit di Maret ketimbang bulan sebelumnya yang sebanyak 110,65 miliar unit. Kata Vilia, optimisme investor terhadap pertumbuhan bursa saham tahun ini membuat UP meningkat. Catatan saja, kuartal-I 2013, indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu melaju hingga 14,46%.

Terangkat IHSG

Head of Investment Support Division BNI Asset Management, Abdullah Umar Baswedan mengatakan, investor merealisasikan keuntungan pada bulan Januari dan Februari lalu dengan keluar dari pasar reksadana. Aksi ambil untung tersebut dilakukan khususnya oleh investor-investor institusi untuk mempercantik laporan keuangan. “Mereka keluar dan memegang uang tunai, namun akan masuk kembali di bulan Maret atau April,” kata Abdullah.

Direktur Utama Sinarmas Asset Management, Hermawan Hoesen menduga, IHSG masih berpotensi tumbuh dalam jangka waktu dekat. Laporan keuangan emiten di kuartal I yang segera dirilis akan mendorong laju IHSG. Ini akan mendongkrak dana kelolaan produk reksadana. “Hasil laporan keuangan emiten diprediksi akan bagus-bagus sehingga IHSG akan bullish,” ujar Hermawan.

Hermawan optimistis, dana kelolaan Sinarmas Asset management bisa mencapai target Rp 7 triliun hingga akhir 2013. Saat ini dana kelolaan Sinarmas sudah sebesar Rp 6 triliun. Jumlah ini telah naik dibandingkan posisi dana kelolaan akhir tahun lalu yang sekitar Rp 5,3 triliun. (Wahyu Satriani, Kontan)