Cara Pulihkan Keuangan Paska Libur Lebaran

By on July 22, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 352 kali

Perencanaan Keuangan – Libur Lebaran seringkali dihabiskan dengan berkumpul dan menyenangkan keluarga dan sanak saudara baik di kampung halaman atau bepergian ke kota lain. Dalam melakukan hal itu, pasti Anda akan mengeluarkan uang yang tak sedikit. Ibaratnya, setelah mengumpulkan uang, momentum ini adalah saat yang tepat untuk menggunakannya.

Tapi karena liburan sudah selesai, sekarang saatnya Anda kembali hidup hemat. Ubah kebiasaan boros selama liburan agar keuangan kembali pulih.

Banyak orang yang mengalami krisis keuangan usai Lebaran. Kondisi keuangan yang tadinya stabil dan aman menjadi berantakan, sehingga hidup menjadi lebih sulit. Apabila hal ini terjadi, segera lakukan enam cara ini untuk memulihkan kondisi keuangan sehingga stabil kembali.

1. Periksa catatan pengeluaran selama Lebaran

Meski masa Lebaran sudah lewat, Anda tetap harus mengecek arus pengeluaran selama Lebaran dengan seksama dan teliti. Cari tahu di pos manakah pengeluaran yang sangat berlebihan sehingga Anda bisa mulai mengalokasikan dana untuk mengisi kembali kekosongan uang pada dana-dana yang secara tidak sengaja terpakai.

Selain itu, hasil evaluasi catatan ini bisa menjadi acuan untuk menghadapi Lebaran tahun depan. Anda bisa mulai mempersiapkan berapa banyak uang yang harus disisihkan supaya pasca Lebaran tahun depan Anda tak mengalami kondisi yang sama.

2. Lunasi utang

Setelah mengetahui kemana saja uang Anda habis selama Lebaran, sekarang Anda bisa mulai menghitung berapa banyak beban hutang. Biasanya hutang jadi banyak karena pemakaian kartu kredit yang tidak terkontrol semasa Lebaran.

Jangan biarkan hidup Anda dihantui hutang yang berlarut-larut. Sebesar apapun hutang, cobalah bayar sesuai dengan kemampuan. Hal ini akan membantu Anda mengurangi hutang.

Lagipula, tidak akan ada untungnya jika Anda menunda untuk melunasi hutang. Malahan Anda akan semakin merasa kesulitan karena tanggung jawab yang terlalu lama diselesaikan. Tapi Anda juga harus memperhitungkan kemampuan keuangan. Jangan gunakan semua uang secara langsung untuk melunasi hutang tanpa memperhitungkan kebutuhan harian lainnya. Jadilah bijak.

3. Perketat anggaran belanja

Masa liburan sudah usai, sekarang saatnya kembali ke dunia kerja dan mengumpulkan uang. Seringkali semangat liburan masih melanda meski liburan sudah selesai. Jadi, segera ubah pola pikir dan perketat anggaran belanja.

Mulai saat ini, berhematlah untuk hal-hal yang bisa dihemat. Kembalilah ke kebiasaan hidup sederhana saat kerja. Dengan begitu, maka semakin banyak uang yang bisa dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi keuangan.

4. Kembalikan dana darurat

Tabungan dana darurat Anda terpakai selama liburan? Ayo segera kembalikan. Ini adalah hal yang penting untuk dilakukan. Meski kegunaannya tidak bisa diprediksi untuk hal apa, kapan, dan dimana, tapi inilah dana yang akan menyelamatkan ketika masa-masa sulit melanda di masa depan.

Jadi apabila dana darurat berkurang atau bahkan tidak ada, maka Anda sedang hidup dalam resiko yang besar. Sisihkan sejumlah uang, seberapapun besarannya untuk persiapan dana darurat.

5. Mulai menabung lagi

Masa liburan pasti akan menguras tabungan. Jadi sekarang saatnya Anda mengisinya kembali. Memiliki tabungan juga merupakan hal yang penting. Fokuskan pikiran pada cita-cita finansial Anda agar bisa mulai menabung dengan semangat lagi

Misalkan Anda memiliki rencana untuk memiliki uang sebesar Rp20 juta pada akhir tahun, persiapkan dari sekarang agar cita-cita itu dapat segera tercapai. Sadarlah, waktunya menghamburkan uang sudah selesai. Sekarang saatnya menabung kembali.

6. Siapkan pengeluaran jangka panjang

Walaupun Anda sedang memulihkan kondisi keuanga, jangan sampai lupa untuk menyiapkan dana untuk pengeluaran jangka panjang. Dana ini harus Anda siapkan karena jika tidak, Anda akan kesulitan pada saatnya datang nanti.

Lebih baik bersiap diri sejak dini agar Anda tidak merasakan kesulitan finansial lagi di masa depan. Jika Anda merasa sulit untuk melakukan ini, Anda bisa berkonsultasi dengan orang yang ahli dalam perencanaan keuangan.

 

Sumber: cermati.com