Cara Membeli IPO Saham

By on June 25, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,378 kali
Investasi Saham

Cara Membeli IPO Saham

IPO atau Initial public offering merupakan penjualan dari sebagian saham kepemilikan ke publik dengan melalui sebuah pasar modal. Untuk sebuah perusahaan biasanya IPO menjadi sebuah cara yang digunakan dalam meningkatkan level suatu perusahaan, Sebab dari sebagian kepemilikannya telah menjadi milik orang banyak serta menjadi perusahaan publik. Dengan demikian perusahaan tersebut menjadi lebih transparan dan juga harus lebih kompetitif. Sehingga hal ini menjadi cara termudah untuk mempunyai sebuah perusahaan dengan melalui pembelian saham perusahaan publik.

Ketika belum diperdagangkan suatu IPO saham pada lantai bursa maka untuk membeli saham tersebut anda diharuskan mendatangi tempat penjualan dengan melalui agen yang telah ditunjuk atau penjamin emisi. Namun pada pasar perdana seorang investor ritel ataupun sebuah institusi hanya bisa mendapatkan saham perusahaan apabila sudah selesai melalui tahapan baik itu pemesanan maupun penjatahan. Dan apabila kinerja dari perusahaan tersebut sangat baik, maka anda bisa memperoleh hasil deviden ataupun capital gain. Namun tidak berarti semua saham yang ditawarkan layak dibeli karena ada beberapa indikator yang harus anda perhatikan dalam melakukan pembelian suatu saham emiten yang bersifat go public supaya anda tidak salah membeli maupun tertipu.

Dibawah ini ada beberapa indikator mengenai cara membeli saham IPO yang wajib anda perhatikan:

  • Ingat! , dengan semakin besarnya saham yang dilepas maka tentu juga semakin bagus. Apabila ada lebih besar dari 30% saham yang diperjual belikan ke publik maka tentu akan banyak orang yang memiliki peluang untuk mendapatkan saham, dan pastinya akan lebih likuid di pasar sekunder.
  • Perhatikan juga mengenai besarnya saham yang dialokasikan kepada para investor lokal maupun asing. Dalam hal ini pengalokasiannya harus seimbang.
  • Sebelum dijualnya suatu saham, maka perlu dilakukannya evaluasi perusahaan oleh suatu lembaga independen dalam menentukan seberapa besar harga saham yang pantas. Evaluasi tersebut berdasarkan prospek maupun kinerja dari perusahaan tersebut.
  • Melihat potensi dari kenaikan serta penurunan harga suatu saham. Disini siapa saja pembeli saham IPO tentu akan mengharapkan suatu keuntungan selain deviden yaitu juga capital gain. Apabila suatu saham yang dimiliki telah dipegang cukup lama maka potensi dari capital gain bisa kita ketahui berdasarkan besarnya saham yang diminta saat adanya penawaran perdana IPO.
  • Perhatikan Timing-nya. Kapan saat yang tepat untuk memperdagangkan saham tersebut, apakah disaat kondisi pasar dalam keadaan penuh sentimen yang positif atau malah saat negatif. Karena dalam situasi pasar tersebut juga besar pengaruhnya terhadap perdagangan saham, hal ini membuat para investor menjadi terpengaruh dalam melakukan transaksi. Untuk saham yang bagus sekalipun biasanya saat kondisi pasar menurun apa bila diperdagangkan maka harganya juga akan menurun .
  • Perhatikan indikator PER (price earning ratio) maupun PVB (price to book value) nya, karena peran indikator tersebut untuk PER digunakan untuk melihat suatu harga sedangkan untuk PVB digunakan untuk melihat pesaingnya.

Tapi meskipun demikian tidak ada jaminan pula bahwa dengan membeli IPO saham maka pasti mendapatkan capital gain, jadi perlu berhati-hati dalam membelinya. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya suatu saham yang tidak prospektif terlebih lagi tanpa mempedulikan naik turunnya harga saham yang diperdagangkan. Pada dasarnya dengan membeli IPO saham berarti anda juga turut mempunyai suatu perusahaan, jadi apabila anda menginginkan mempunyai suatu perusahaan tentu pastikan juga untuk memilih saham yang prospek ke depannya bagus begitu juga dengan kinerjanya sehingga bisa memberikan anda keuntungan.