Cara Melakukan Investasi Reksadana

By on June 26, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 954 kali

Investasi reksadana akhir-akhir ini memang semaki menarik minat masyarakat luas, tentunya hal ini terjadi seiring dengan semakin maraknya acara serta literasi di berbagai media tentang perencanaan keuangan. Mungkin saja Anda sudah mendapatkan informasi mengenai investasi jenis ini atau paling tidak anda sudah pernah mendengar namanya. Bagi Anda yang baru mendengan namanya saja atau baru akan memulai maka penting untuk mengetahui beberapa langkah penting seperti yang ada di bawah ini.

Memulai berinvestasi dengan reksadana

Tentukan terlebih dahulu tujuan investasi sekaligus pahami resiko profil Anda. Karena investasi yang satu ini juga mengandung peluang resiko seperti keuntungan yang tidak terjamin dan menyebabkan kerugian setelah turunnya nilai investasi. Lebih baik Anda sedikit meluangkan waktu untuk mulai mempelajari produk dan juga kebijakan serta resiko. Namun Anda juga harus mengenali rekam jejak sekaligus reputasi lembaga yang sudah anda pilih.

Tempat membeli reksadana

Anda dapat membeli reksadana secara langsung dari lembaga pengelola serta penerbit reksadana yaitu manajer investasi. Anda akan mendapatkan reksadana yang lebih terjangkau serta biaya lebih mudah jika membeli langsung melalui MI. Akan tetapi Anda juga dapat membeli reksadana dari bank yang sudah memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksadana (APERD). Disini Anda diperbolehkan untuk membeli reksadana dengan pilihan lebih banyak sekaligus mendapatkan fasilitas auto debet. Dengan demikian transaksi pembelian reksadana juga akan menjadi lebih mudah. Sehingga Anda dapat lebih cepat melakukan investasi reksadana.

Tata cara pembelian reksadana

Ada sejumlah ketentuan mengenai transaksi reksadana yaitu:

1. Transaksi hanya bisa dilakukan di hari bursa
Tidak berbeda dengan membuka rekening tabungan di bank. Ketika membuka rekening reksadana, anda juga akan diminta mengisi formulir yang ditandatangani menggunakan tinta basah atau asli, menyiapkan fotokopi dokumen yang sudah ditentukan dan juga menyiapkan dana yang akan anda investasikan. Semua dokumen tersebut kemudian diserahkan pada manajer investasi, baik langsung maupun melalui agen penjual. Kemudian Anda menyetorkan dana ke dalam rekening penampungan sesuai dengan reksadana yang anda pilih.

2. Transaksi diproses sesuai dengan NAB per unit
NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan nilai yang menggambarkan keseluruhan kekayaan reksadana di setiap harinya. Selain dipengaruhi oleh pasar dari aset reksadana, NAB juga dipengaruhi pembelian serta penjualan reksadana yang dilakukan oleh para investor.

3. Penerimaan transaksi dibatasi waktu (cut off time)
Jika Anda melakukan pembelian reksadana sebelum cut off time, tentu saja transaksu Anda tersebut mendapatkan harga NAB dengan tangga ketika transaksi dilakukan. Sementara pembelian reksadana yang Anda lakukan setelah cut off time akan mengikuti harga di hari bursa selanjutnya. Hal ini karena harga NAB umumnya baru akan selesai dihitung setiap sore serta akan diumumkan pada keesokan harinya melalui media mssa. Jika dijelaskan transaksi pembelian reksadana Anda mendapatkan tarif hari ini, maka harga NAB tersebut baru dapat diketahui keesokan harinya. Sementara jika mengikuti harga besok, secara teknis tentunya harga tersebut baru diketahui lusa.

4. Menerima Surat Konfirmasi Transaksi
Anda akan mendapatkan atau menerima Surat Konfirmasi Transaksi setelah melakukan pembelian reksadana yang akan diterbitkan oleh bank kustodian paling lambat tujuh hari bursa setelah bank kustodian menerima formulir asli serta juga dana investasi. Selain menerima laporan konfirmasi dari transaksi yang dilakukan, Anda juga menerima laporan perkembangan dana investasi per bulan. Jika Anda tidak mendapatkannya, maka segera tanyakan kepada pihak bank yang menangani investasi reksadana Anda.

Incoming search terms: