Cara Kerja Investasi Reksadana

By on October 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,414 kali
Reksadana

Cara Kerja Investasi Reksadana

Investasi Reksadana bukanlah sesuatu yang baru, bagi beberapa orang yang sudah sejak lama terjun ke dunia investasi. Namun, investasi yang relatif mudah ini baru-baru saja muncul ke permukaan. Cara kerja investasi Reksadana sendiri hampir mirip-mirip dengan arisan. Jadi dapat disimpulkan jika berinvestasi di Reksadana hanya membutuhkan modal yang relatif rendah, potensi keuntungan yang lumayan, dan juga pengelolaan yang transparan.

Tetapi meskipun cara kerja investasi Reksadana ini relatif mudah, masih banyak juga orang yang tidak mengerti ataupun tidak cocok berinvestasi. Menurut seorang ahli dalam finansial, salah satu kendala dalam berinvestasi di Reksadana adalah tidak meratanya lokasi Manajer Investasi di Indonesia. Namun, sekarang ini para investor tidak perlu susah-susah mencari MI karena MI sudah bekerja sama dengan berbagai perbankan. Kini tercatat Manajer Investasi Reksadana bekerja sama dengan lima bank besar yang ada di Indonesia, sehingga investasi ini dapat masuk ke pelosok negeri.

Jika Anda berencana untuk mencoba terjun ke dunia Investasi lewat instrumen investasi Reksadana, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengetahui cara kerja investasi Reksadana secara mendetail. Lalu, bagaimanakah cara kerja investasi Reksadana?

Di dalam praktek investasi di Reksadana, untuk dapat membeli produk-produk investasi, Manajer Investasi akan membentuk modal terlebuh dahulu. Kemudian, produk-produk investasi yang sudah dibeli akan dijajakan kepada para investor. Manajer Investasi biasanya akan mendapatkan modal dari penyandang dana ataupun sponsor. Modal ini kemudian dialokasikan untuk membeli beberapa produk investasi.

Jika cara kerja investasi Reksadana ini diterangkan dalam sebuah ilustrasi, misalnya saja Manajer Investasi mendapatkan dana dari sponsor sebesar Rp. 2 triliun. Tim pengelola investasi dari sebuah perusahaan Reksadana akan mengelola dana ini untuk nantinya dibelikan sejumlah investasi. Contohnya saja membeli obligasi, saham perusahaan, ataupun deposito dari beberapa bank.

Kemudian, investasi-investasi yang sudah dibeli akan dibagi-bagi menjadi pecahan kecil. Pecahan kecil ini disebut dengan Unit Penyertaan yang masing-masing satuan UP mempunyai nilai Rp 1.000. Jadi, jika saja total investasi adalah sebesar Rp. 2 triliun seperti ilustrasi sebelumnya, maka UP yang didapatkan akan sebanyak Rp 2 triliun : Rp. 1.000 = 2 miliar UP.

Para investor yang dimana adalah masyarakat luaslah yang nantinya akan membeli satuan UP ini. Dengan begitu, tiap-tiap investor akan memulai investasinya di Reksadana dengan cara membeli UP ini. Namun, jumlah UP yang dibeli masing-masing investor tentu saja berbeda-beda, ada yang 100 UP, 1.000 UP, 5.000 UP, dan bahkan 10.000 UP tergantung dari dana yang dimiliki oleh masing-masing investor. Selain menyiapkan dana untuk membeli UP, investor juga harus menyiapkan dana untuk komisi ke Perusahaan Reksadana. Nah, itu dia cara kerja investasi Reksadana yang mendetail dan harus diketahui oleh para calon investor yang akan mulai berinvestasi di Reksadana.