Cara Jitu Punya Rumah dan Mobil Dengan Gaji 4 Juta

By on August 18, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 494 kali

Perencanaan Keuangan – Ada seorang miliader asal Hong Kong bernama Li Ka-Shing yang membagi pelajaran sederhana tentang pembagian dan alokasi keuangan, agar Anda bisa memiliki aset seperti mobil dan rumah, hasil dari pendapatan Anda.

Dia memberi nasihat sederhana bahwa. “Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uang kamu ke dalam  bagian yang proporsional. Buatlah agar dirimu selalu berguna,” ujarnya.
Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya sekitar Rp4 juta, kamu tetap bisa hidup dengan baik. Li Ka-Shing membantu membagi uangmu ke dalam lima bagian, sehingga kamu bisa berhemat, dan berinvestasi. Supaya kamu bisa segera meningkatkan penghasilan, serta membeli mobil dan rumah.

1. Alokasi investasi

Alokasikan sebesar 25 persen (sekitar Rp1 juta) untuk berinvestasi di instrumen riil seperti emas, properti atau tanah. Uang itu bisa untuk beli emas secara kontan, n namun untuk instrument seperti properti atau tanah tentu harus menabung dulu.

Atau membelinya secara cicilan sebesar satu juta rupiah per bulan. Pengeluaran untuk investasi harus dilakukan segera begitu mendapat gaji. Supaya tidak sempat terpakai untuk yang lain.

2. Alokasi biaya rutin

Alokasinya sebesar 30 persen, berarti sejumlah Rp1,2 juta. Bagaimanapun kebutuhanmu, anggarannya tidak boleh lebih dari ini. Pembengkakan dari alokasi ini, tentu akan mengurangi anggaran untuk kebutuhan yang lain.

Biaya rutin ini mencakup pengeluaran untuk makan, transportasi, pakaian, dan hal-hal utama yang lain. Tidak perlu berlebihan dalam berbelanja pakaian dan sepatu.

Tidak usah terlihat mewah, apalagi kalau hanya ingin dilihat tidak bosan oleh teman-teman di kantor. Ada banyak cara untuk tampil keren tanpa mengeluarkan banyak uang.

Untuk makanan. Percaya atau tidak, kamu mungkin bisa bertahan hanya dengan satu porsi nasi dalam satu hari. Terlalu banyak makan nasi akan membuatmu gemuk, dan itu tidak sehat.

Perbanyak serat dari buah dan sayur, sebab serat itu penting dan harus kita makan dalam jumlah yang cukup. Makan yang sehat sejak awal lebih baik daripada nanti kamu harus menanggung biaya rumah sakit yang mahal.

3. Alokasi biaya networking

Pertemanan adalah investasi kamu untuk masa depan, alokasinya sebesar 20 persen, alias sebesar Rp800 ribu. Bertemanlah dengan mereka yang dapat membuat kamu lebih pintar.

Tanpa kamu melupakan betapa pentingnya berbagi tentang pengetahuan dan pengalaman kamu kepada orang lain yang membantu kamu hingga bisa sampai seperti sekarang ini.

Berteman dan berbuat baiklah kepada orang kaya yang mungkin bisa memberi kamu pinjaman lunak. Atau mungkin mereka bersedia menjadi investor ketika suatu waktu kamu terjun menekuni dunia bisnis.

Jadi teringat nasihat investasi dari seorang teman, “Makan siang pakai apa dengan makan siang bersama siapa, akan mempengaruhi jumlah aset kamu di masa depan, lho”. Kemudian dia menjelaskan, makan siang dengan apa berarti termasuk liabilitas, alias mengeluarkan uang dari dompet kamu. Dan pasti tidak mempengaruhi jumlah aset kamu.

Sedangkan makan siang bersama siapa berarti kalau kamu makan siang dengan pengusaha besar, atau calon klien dengan nilai proyek yang besar, maka aset kamu akan bertambah nantinya. Tapi kalau makan siang bersama orang-orang biasa, belum tentu terjadi penambahan aset yang kamu miliki.

Jangan pelit untuk mengeluarkan biaya komunikasi seperti chatting, SMS, dan telepon. Untuk paket internet, kamu bisa gunakan wifi di kantor atau tempat tinggal kamu. Dengan taktik ini, pengeluaran komunikasi dan networking kamu akan tetap terkendali.

4. Alokasi biaya belajar

Lepas dari kampus, tentu kamu harus tetap belajar. Alokasikan sebesar 15 persen atau Rp600 ribu untuk membuat kamu tetap belajar. Belilah buku, atau ikut kursus atau seminar. Pengeluaran ini bisa jadi akan beririsan dengan pengeluaran untuk networking.

Tidak mengapa. Yang penting kamu tidak menghabiskannya lebih dari alokasi yang ada.

5. Alokasi biaya berlibur ke luar negeri

Ekspos diri kamu dengan pengalaman baru dan budaya yang asing. Pergilah berlibur ke luar negeri. Alokasikan sebesar 10 persen, yaitu Rp400 ribu setiap bulannya supaya kamu dapat pergi ke negeri orang lain.

Ini adalah salah satu cara mengembangkan diri, pengetahuan, dan karakter yang baik. Sekaligus sebagai batu ujian untuk kamu yang hanya biasa berbahasa Inggris lewat lagu.

Tinggal di hotel murah saja supaya pengeluaran kamu tidak banyak. Konsep backpacker sangat bernilai tinggi untuk kamu yang ingin mendapat pengalaman luar biasa dengan biaya yang relatif rendah. Pergi berlibur ke luar negeri sangat pas untukmu bila kamu melakukannya hanya sekali dalam setahun.

Pengalaman di negeri orang akan membuat kamu bertambah semangat setiap kali kembali bekerja.

6. Harga Rumah dan Mobil Makin Mahal

Demikian lima alokasi pengeluaran ala Li Ka-Shing. Dengan pola demikian, semestinya pendapatan kamu akan segera meningkat. Dan kalau sudah bertambah penghasilan rutin kamu, jangan lupakan teknik pengelolaan keuangan yang sama.

Namun ingat, semakin kemari, harga mobil dan rumah cenderung makin mahal. Jadi, untuk menyiasati itu semua, lakukan cara-cara di atas semenjak dini. Agar di masa depan kita menjadi lebih siap dalam menjalani hidup dan menyiapkan kebutuhan lain.

 

Sumber: cermati.com