Cara Benar Menyusun Laporan Arus Kas

By on June 24, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 364 kali

Start-Up Bisnis – Arus kas adalah uang yang masuk dan keluar dari bisnis Anda dan itu dianggap sebagai sumber  kehidupan dari bisnis Anda. Menurut sebuah studi dunia perbankan, 82% dari kegagalan bisnis akibat dari keterampilan manajemen arus kas yang buruk. Oleh karena itu, penyusunan laporan arus kas bulanan mungkin dapat membantu bisnis Anda untuk menghindari kehabisan uang. Perlu diingat bahwa keuntungan bisnis Anda tidak selalu sama dengan segala seluk beluk uang tunai.

Sebuah laporan arus kas dasar memiliki lima bagian:

1. Saldo Kas Awal: Bagian ini mencakup kas yang tersedia baik di bank dan di tangan pemegang urusan keuangan pada awal bulan. Jika Anda memiliki Rp.8.000.000,00 di rekening Anda dan Rp. 4.000.000,00 tunai, saldo kas awal Anda adalah Rp. 12.000.000,00
2. Cash In: Termasuk semua kegiatan yang mendatangkan uang tunai bagi bisnis Anda, seperti uang tunai dari penjualan dan piutang (pembayaran tunai untuk hutang lama). Jika Anda memperoleh Rp.10.000.000,00 dalam kas dari penjualan dan Rp. 4.000.000,00 dari orang-orang yang membayar hutang lama mereka, total “Cash In” adalah Rp. 14.000.000,00. Ini belum termasuk cash in dari pemalakan, perampasan dan pemerasan hehehe….itu mah cashflownya garong.
3. Cash Out: Daftar semua biaya yang membutuhkan keluarnya uang tunai dari bisnis Anda. Barang yang biasa tercantum dalam bagian ini meliputi kas yang digunakan untuk membayar gaji, sewa, persediaan, pinjaman, dan pajak. Jika Anda membayar Rp. 7.000.000,00 untuk sewa, Rp. 2.000.000,00 untuk persediaan, dan Rp. 10.000.000,00 untuk gaji, maka total “Cash Out” adalah sejumlah Rp. 19.000.000,00.
4. Perubahan Bersih: Ditentukan dengan mengurangi total “Cash Out” (bagian 3) dari total “Cash In” (bagian 2). Dalam contoh kita, perubahan bersih Anda adalah: Rp. 14.000.000,00 – Rp. 19.000.000,00 = – Rp. 5.000.000,00.
Perlu diingat bahwa arus kas positif memungkinkan bisnis Anda untuk terus tumbuh.
5. Saldo Kas Akhir: Dihitung dengan menambahkan “Perubahan Bersih” (bagian 4 ) dan “Saldo Kas Akhir” (bagian 1). “Akhir Saldo Kas” menjadi bagian “Awal Kas Saldo” untuk periode bulan berikutnya.

Tip: “Perubahan Bersih” Negatif berarti bahwa bisnis Anda telah menghabiskan lebih dari apa yang diperoleh. Jika hal ini terjadi, Anda harus mengurangi beberapa biaya untuk memastikan bahwa Anda tidak menguras ‘cadangan kas bisnis Anda. Jika perubahan bersih negatif  ini terjadi berulang kali, waspadalah karena ini dapat menjadi tanda bahaya untuk bisnis Anda.