Bursa AS Terkoreksi, Bursa Eropa Melambung

By on May 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,648 kali

Bursa AS Terkoreksi, Bursa Eropa Melambung

Indeks Standard & Poor’s 500 terkoreksi dari rekor semalam akibat kekhawatiran Federal Reserves bakal mengurangi stimulus. Di sisi lain, emas dan perak terangkat lagi seiring peringatan Moody’s Investors Service bahwa peringkat utang AS terancam dipangkas.

S&P 500 kehilangan kurang dari 0,07% ke 1.666,29. Sedangkan indeks Dow Jones terkoreksi 0,12% ke 15.335,28.

Beda halnya di Eropa, Stoxx Europe 600 mencapai titik tertingginya sejak tahun 2000. Sedangkan idneks FTSE 100 Inggris ditutup di rekor terkuat sejak tahun 2000.

Kemarin, Moody’s menyatakan bahwa AS bisa menghadapi penurunan peringkat tahun ini apabila kesepakatan anggaran pemerintah tidak tercapai. Ini menyebabkan harga emas dan perak yang kemarin terpukul, melaju lagi. Sedangkan yen kembali rebound 0,9% dari level terlemahnya versus dollar AS sejak tahun 2008.

Gubernur Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa ekonomi AS telah membaik banyak dan pertumbuhan seharusnya bisa berjalan sendirinya di tahun 2014. Ucapan ini memicu spekulasi bahwa Fed menimbang untuk mengurangi pembelian obligasi yang selama ini sebesar US$ 85 miliar per bulan.

“Ingatlah bahwa kita berada di titik tertinggi sepanjang sejarang jadi peringatan yang sehalus apapun akan dijadikan momen menjual. Pasar telah memfaktorkan kenaikan tenaga kerja sekarang, tapi bukan di masa depan. Investor mencari alasan untuk merealisasikan untung,” kata Larry Peruzzi, Senior Equity Trader Cabrera Capital Markets LLC seperti dikutip Bloomberg.

Indeks saham global memang sudah reli sepanjang empat pekan terakhir. Alhasil, kapitalisasi pasar saham dunia terdongkrak hingga US$ 2,3 triliun. Indeks MSCI ALl-Country melambung ke level terbaik sejak 2008.

Sedangkan indeks S&P 500 terus menembus rekor dalam 10 dari 12 sesi terakhir. Totalnya, sepanjang 2013, idneks acuan AS ini sudah melesat 17%. Sedangkan jika dibandingkan dengan titik terlemahnya di tahun 2009, S&P 500 sudah melompat 146%.

Selanjutnya, investor saham akan mencari petunjuk apakah Fed benar akan memangkas stimulusnya. Besok (22/5), Gubernur Fed Ben Bernanke bakal memberi penjelasan di depan Kongres. Di hari yang sama, catatan rapat terakhir Fed akan dirilis. (Rika Theo, Kontan)