Booming Emas, Pedagang Kantongi Rp 1 Miliar Setiap Bulannya

By on May 30, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,459 kali

Booming Emas, Pedagang Kantongi Rp 1 Miliar Setiap Bulannya

Emas dalam bentuk perhiasan ternyata masih menjadi yang paling diminati oleh para pencinta logam ini. Meskipun kini mulai muncul tren baru dimana masyarakat melirik logam mulia atau emas batangan sebagai instrumen investasi.

Pedagang emas di kawasan Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat, Kuga, menjelaskan, emas perhiasan masih menjadi incaran masyarakat karena masyarakat cenderung menjadikan emas sebagai barang koleksi sekaligus aksesoris yang mempelihatkan status sosial seseorang.

Selain kedua faktor tersebut, harga perhiasan emas yang cenderung lebih murah dibandingkan logam mulia (LM) juga menjadi pertimbangan tersendiri. Hal ini karena memang emas ini sudah banyak dicampuran dengan unsur logam lain seperti perak. “Harganya kan tidak terlalu mengikuti LM, karena ini juga kan memang bukan emas murni, tetapi campuran,” ujar kuga di Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Kuga menjelaskan, momen Lebaran menjadi saat yang paling ditunggu oleh para pedagang. Pasalnya pada waktu tersebut, masyarakat pada umumnya memakai perhiasan saat bersilaturahmi atau saat kembali ke kampung halaman.

Tak hanya saat Lebaran, momen pernikahan warga keturunan India di Jakarta yang biasanya berlangsung pada September, juga banyak ditunggu para pedagang emas perhiasan

“Paling banyak dicari itu cincin untuk pernikahan atau aksesoris seperti gelang atau kalung, nah warga keturunan ini banyak yang pakai aksesoris emas terutama pada momen-momen itu,” katanya.

Dalam sebulan, Kuga mengaku dapat mengantongi omzet tak kurang dari Rp500 juta hingga Rp 1 miliar.

Logam Mulia Makin Kinclong

Selain emas perhiasan, logam mulia atau emas batangan juga mulai menjadi incaran masyarakat sebagai instrumen investasi jangka panjang. Essi, pedagang emas di tempat yang sama, menuturkan emas berkadar 99,9% ini makin banyak dicari seiring kesadaran masyarakat akan harga emas yang cukup tinggi. Apalagi pergerakan emas ini terlepas dari fluktuasi harga logam mulia.

“Sekarang orang mulai sadar akan pentingnya berinvestasi emas. Karena untuk jangka panjang, harga LM ini kan kecenderungannya akan meningkat,” katanya.

Meski diakui penjualan LM ini belum sebanyak perhiasan emas, namun dirinya yakin emas jenis ini akan makin banyak diburu masyarakat. “Ditempat saya sendiri sudah banyak yang mulai beralih ke LM. Biasnya yang paling banyak dicari untuk ukuran 5 gram hingga 25 gram. Karena kan banyak juga digunakan sebagai mas kawin,” lanjutnya.

Untuk memilih LM yang asli, Essi menyarankan agar calon pembeli mencari toko yang terpercaya serta harus disertai oleh sertifikat. “Cari yang bersertifikat Antam. Karena biasanya ada juga toko yang membuat emas batangan sendiri, takutnya itu tidak 99,9% emas murni,” tandasnya.

(Septian Deny, Liputan6 News)