Bom di Boston Mengguncang Wall Street

By on April 16, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,490 kali

Bom di Boston Mengguncang Wall Street

Ledakan bom di Boston serta pertumbuhan ekonomi China yang lemah mengguncang pasar saham Wall Street semalam. Indeks S&P 500 menderita koreksi lebih dari dua persen.

Saham-saham banyak terkena tekanan jual, terutama di sektor komoditas seperti minyak dan emas. Satu jam sebelum penutupan bursa, terjadi ledakan di dekat garis finish maraton di Boston yang menewaskan dua orang dan 22 orang lainnya luka-luka.

“Aksi jual langsung terjadi begitu berita tersebut muncul,” kata analis dari Briefing.com dikutip AFP, Selasa (16/4/2013).

Sejak pagi Wall Street sudah mendapat tekanan, terutama setelah adanya laporan pertumbuhan ekonomi China yang melambat di triwulan pertama tahun ini, yaitu sebesar 7,7% dibandingkan 7,9% di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu itu di bawah ekspektasi pasar sebesar 8%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan lambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 265,86 poin (1,79%) ke level 14.599,20. Indeks S&P 500 jatuh 36,49 poin (2,30%) ke level 1.552,36, sementara Indeks Komposit Nasdaq amblas 30,64 poin (1,94%) ke level 1.546,58. (Angga Aliya, Detikfinance)