Bisnis Properti China, Menarik Minat Global

By on July 19, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,637 kali
Properti di China

Bisnis Properti China, Menarik Minat Global

Investasi Properti – Pada tahun ini transaksi properti di negara China diprediksikan akan terus mengalami peningkatan yang mana di dalamnya turut melibatkan para investor internasional. Kondisi tersebut juga turut didukung oleh adanya prospek properti yang komersial serta kembali pulihnya perekonomian di negara tersebut.

Andy Zhang selaku managing director di Chushman and Wakefield China mengatakan Dalam satu sisi, beberapa kesepakatan ada di jalur yang sesuai setelah ada banyak negosiasi yang ada. Di sisi lain, pengelolaan pendanaan dari real estate internasional tengah dalam kondisi dibawah tekanan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pihak perusahaan dari konsultan properti internasional menyebutkan bahwa untuk properti perkantoran serta di sektor ritel yang ada di Shanghai akan terus mengalami peningkatan yang signifikan untuk skala besar pada pertengahan tahun ini. Ditambah lagi adanya dukungan minat dari para investor real estate komersial.

Direktur dari Riset Knight Frank di Shanghai, Regina Yang. Mengatakan bahwa China atau lebih khususnya di Shanghai lebih memfokuskan perusahaan yang sifatnya multinasioanl dengan mempertimbangkan peluang bisnis baru dan ekspansinya pada negara tersebut, hal ini menjadikan permintaan akan properti komersial serta residensial akan tetap tinggi.

Sekarang ini, sewa dari perkantoran kelas A di kota Shanghai rata-rata diketahui mengalami penurunan sebesar 1,5% atau sekitar 9,1 yuan taip meter perseginya. Penurunan ini pertama kali terjadi sejak 2009. Akan tetapi, karena pasokannya sangat terbatas, rata-rata tingkat kekosongan di perkantoran kelas A tetap mengalami kenaikan sebesar 1,5%. Walaupun kondisi ekonomi global tengah bergejolak serta pertumbuhan ekonomi di negara China agak melambat, namun kepercayaan para pengecer masih tetap akan kuat dan mereka juga terus membuka properti baru di Shanghai.

Harga sewa untuk lantai dasar saja pada kawasan sentral ritel bisa mencapai 54,7 yuan per meter persegi tiap harinya. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 1,7% tiap kurtalnya atau mencapai 11,6% dalam tiap tahunnya.

Akuisi perkantoran baru

Sedangkan untuk MGPA yaitu perusahaan yang bergerak di bidang investasi serta konsultasi real estate yang melakukan pengelolaan seluruh aset di kawasan Asia dan Eropa mengumumkan keberhasilannya dalam mengakuisi gedung perkantoran yang baru di kota Shanghai China dengan nilai 263,5 juta yuan atau sekitar US$41,8 juta.

Kesepakatan tersebut diputuskan oleh MGPA Asia Fund 3. Untuk lebih memfokuskan investasi real estate pada kawasan Asia-Pasifik, serta komitmennya atas sebuah perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki sebesar US$3,9 milyar.

China akan terus menjadi prioritas penting untuk MGPA karena dari situ bisa dilihat untuk prospek kedepannya yang masih cerah dalam bidang investasi properti komersial/ritel dalam 1 atau 2 kota.

Sementara berdasarkan perusahaan investasi di sektor real estate, yaitu LaSalle IM. Sebuah peluang yang paling baik di sektor real estate pada daratan China di tahun ini adalah kantor, gudang, hotel, bangunan terpadu dan ritel.