Bisakah Reksadana Jatuh Tempo?

By on July 4, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,185 kali
investasi reksadana

Bisakah Reksadana Jatuh Tempo?

Yang menjadi perbedaan antara saham dan obligasi antara lain jika obligasi mempunyai masa untuk jatuh tempo sedangkan untuk saham tidaklah demikian. Dengan mempunyai jatuh tempo maka menjadikan instrumen tersebut suatu saat akan mengalami expired dan pada saat itulah semua pokok dari investasi yang dilakukan akan dikembalikan lagi ke investor. Nah, untuk reksadana sendiri terbilang unik, mengapa? karena instrument tersebut adalah suatu wadah investasi yang dapat kita isi dengan obligasi maupun saham. Namun reksadana itu apa bisa expired juga? Apabila tidak, lalu kenapa terdapat reksadana yang sering mengganti namanya atau memilih untuk melanjutkan ke seri yang relatif panjang? kemudian reksadana yang terproteksi itu seperti apa?

Reksadana sendiri namanya telah berganti setelah lima tahun yang disebabkan akibat fasilitas bebas pajak dari kupon, sedangkan capital gain obligasi tersebut berlaku hanya lima tahun pertama semenjak diterbitkannya. Kemudian setelah lima tahun menjadikan fasilitas tersebut dihapus dan kembali dikenakan adanya biaya pajak biasa. Kondisi ini membuat para manajer investasi melakukan pemindahan dari portofolio investasi menjadi reksadana lanjutan, demikian inilah yang disebutkan dengan “berganti nama”. Pada dasarnya reksadana tidak mempunyai waktu jatuh tempo, akan tetapi dibuatkannya reksadana lanjutan itu dikarenakan agar para investor bisa mendapatkan fasilitas bebas pajak dari capital gain obligasi. Meski demikian hanya terdapat pada reksadana pendapatan lah yang bisa kita jumpai adanya pergantian nama. Yang perlu anda ingat adalah reksadana pendapatan tetap yang telah berganti nama belum tentu menjadi jaminan atas kinerjanya sama seperti yang sebelumnya karena dari isinya pun juga belum pasti sama. Mengenai peraturan baru atas perpajakan reksadana memang fasilitas bebas pajak akan dihapuskan secara bertahap dengan ketentuan dari tahun 2011 hingga 2013 dikenai pajak sekitar 5%, sementara untuk tahun 2014 pajak sebesar 15%. Dengan berlakunya aturan tersebut diperkirakan untuk kedepannya reksadana yang berganti sudah tidak ada sebab manfaat dari penghematan pajak telah dilarang. Untuk reksadana terproteksi sebenarnya sama halnya tidak memiliki jatuh tempo, jadi yang ada ialah dibubarkannya reksadana itu seiring jatuh tempo dari instrumen obligasi dalam reksadana tersebut. Sekedar informasi untuk anda, reksadana jenis ini adalah strategi investasi dalam bentuk pasif. Maksudnya disini tidak aktif dalam melakukan perdagangan akan tetapi dengan cara buy dan hold dalam pembelian instrumen yang biasanya adalah obligasi. Pada obligasi itu bisa dipegang sampai waktu jatuh tempo. Jadi saat obligasi tersebut jatuh tempo maka semua hasil dari pembayaran akan diberikan kembali kepada si pemegang obligasi dan reksadana tersebut dibubarkan.

Yang menjadi alasan mengenai banyaknya seri dari reksadana terproteksi disebabkan karena pemasarannya. Seri-seri tersebut bahkan nomornya semakin bertambah dan akan memberikan kesan yang baru untuk para investor. Sehingga untuk alternatifnya adalah nomor tersebut dimulai dari angka 1 namun untuk nama reksadana terproteksi-nya kita lakukan perubahan. Reksadana jenis ini memiliki konstribusi terhadap jumlah total atas dana yang akan diolah sang manajer investasi sangatlah dominan. Tapi apabila dilihat dari segi pendapatan maka nilainya akan relatif lebih sedikit yang disebabkan reksadana terproteksi membebankan dana manajemen fee yang lebih sedikit apabila dibanding dengan reksadana jenis lain. Sedangkan reksadana yang non-proteksi diperkirakan tidak akan terjadi perubahan nama setelah diperlakukannya aturan pajak di tahun 2014, sementara reksadana terproteksi tetap akan mempunyai seri berbeda.