Berlomba Membidik Komunitas Ekspatriat

By on April 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,371 kali
investasi properti

Berlomba Membidik Komunitas Ekspatriat

Masa keemasan bisnis properti tampaknya masih akan berlanjut. Potensi pasar yang besar bahkan mulai menarik minat investor asing masuk.
Salah satunya datang dari Jepang. Menggandeng PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Toyota Tsusho Corporation, menggandeng PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mendirikan perusahaan patungan PT TTL Residences. Anak usaha ini akan menyediakan hunian bagi para ekspatriat asal Negeri Matahari Terbit.

Mengacu ke rilis Lippo Karawaci, Kamis (4/4), TTL Residences bakal menggarap proyek mulai tahun depan. Mereka akan membangun sekaligus mengoperasikan hunian vertikal dengan kapasitas 170 unit di Lippo Cikarang, Bekasi.

Pengembang lain yang juga ada di kawasan Cikarang PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) juga menjalin kerjasama dengan perusahaan Korea, PT Daekuk Indonesia untuk mengembangkan pusat hunian. Pengembang kawasan industri ini menjual tanah ke Daekuk seluas 1,9 hektare (ha) ke Daekuk untuk dibangun empat menara apartemen. Di tahap awal, Daekuk bakal membangun satu menara dan mulai dipasarkan pada kuartal kedua tahun ini.

“Mereka akan membangun apartemen khusus untuk warga Korea,” ujar Sekertaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda, Kamis (4/4). KIJA akan membantu Daekuk mengurus izin dan segala kebutuhan mereka.

Menurut Muljadi, pasar hunian ekspatriat memang menarik. Kebanyakan ekspatriat yang bekerja di Indonesia lebih suka hidup mengelompok. Kawasan industri dipilih lantaran menjadi tempat perusahaan asing masuk. Makanya, pengelola kawasan industri melengkapi wilayahnya dengan fasilitas lengkap.

Apalagi, kebanyakan investor asing memilih lokasi berdasarkan kepercayaannya terhadap pengelola kawasan industri. Kota Delta Mas Cikarang milik Sinar Mas misalnya memilih menggandeng pemerintah daerah China untuk mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Indonesia China demi memuluskan investor dari China masuk.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Sanny Iskandar menambahkan, kawasan industri Bekasi dan Karawang banyak didominasi oleh para ekspatriat Jepang. “Sedangkan Korea Selatan lebih suka di Cikarang,” tutur sia.

Mereka hidup berkelompok mendekati tempat kerjanya. Peluang inilah yang disambar pemilik kawasan industri untuk mengembangkan hunian para ekspatriat. (Sumber: Adisti Dini, Adinda Ade, Agustinus Beo da Costa, Kontan)