Berikut Bisnis yang Paling Banyak Dicari di Era MEA Saat Ini

By on February 23, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 307 kali

Bisnis – Pembukaan pasar bebas di lingkup negara-negara ASEAN telah resmi diberlakukan sejak Januari 2016. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau yang juga dikenal dengan ASEAN Economic Community (AEC) membuka kesempatan bagi negara-negara ASEAN yaitu Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Myanmar, Kamboja dan Laos untuk bisa lebih kompetitif lagi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena memang prioritas dari setiap kebijakan MEA bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi di setiap negara tersebut.

Salah satu kebijakan yang populer dari MEA adalah menjadikan ASEAN sebagai pasar tuanggal. Dengan terciptanya pasar tunggal berbasis produksi yang berdaya saing tinggi, serta dengan didukung oleh integritas dari sisi regulasi perdagangan maka kebijakan MEA bakal membuka peluang sebesar-besarnya bagi semua negara ASEAN untuk melakukan investasi, penambahan fasilitas dan daya saing yang lebih luas.

Dengan begitu masing-masing negara bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan yang besar dari adanya pasar bebas tersebut. Nah, sektor bisnis apa sajakah yang berpeluang besar untuk tumbuh pesat dengan adanya MEA ini? Berikut ini ulasan lengkapnya:

12 Sektor yang  Berpotensi Besar untuk Pasar Bebas MEA 2016

Sesuai dengan kebijakan ASEAN, MEA memprioritaskan 12 sektor yang akan dibuka peluangnya untuk memasuki pasar bebas ini. Dari 12 sektor tersebut, 7 diantaranya berada dalam sektor perdagangan barang yang meliputi sektor industri pertanian, otomotif, peralatan elektronik, industri berbasis karet, industri tekstil, industri berbasis kayu, dan perikanan.

Perdagangan di sektor jasa meliputi teknologi informasi, logistic, pelayanan kesehatan dan pariwisata. Meskipun demikian masih banyak sektor-sektor lainnya yang menjadi sasaran dari terciptanya pasar tunggal atau pasar bebas antar-negara ASEAN.

Dengan terciptanya pasar bebas antar-negara ASEAN tersebut, diharapkan negara-negara di kawasan ASEAN bisa lebih fokus untuk menjaga stabilitas ekonominya terutama dalam menghadapi persaingan dari luar negeri seperti cina, Korea dan bisa juga dari negara-negara Eropa.

Di tengah-tengah kompetisi pasar bebas MEA, bagi Indonesia sendiri ibarat memiliki dua sisi mata pisau, bisa jadi merugikan dan juga menguntungkan. MEA bisa menguntungkan karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa untuk dipasarkan di luar negeri.

Selain itu dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, Indonesia juga menjadi pasar yang potensial untuk digarap oleh negara-negara lain. Oleh karena itu pemerintah sudah bersiap-siaga sejak dini untuk mensosialisasikan dampak positif/negatif dengan adanya MEA ini.

Karena MEA ini tidak hanya ditujukan pada sektor yang kecil, maka persiapan sebuah negara dalam menghadapi MEA juga harus sangat serius. Dunia bisnis menjadi wilayah yang sangat potensial untuk dikembangkan di era MEA. Karena dengan terbukanya pasar tunggal tersebut para pelaku bisnis bisa dengan mudah mengembangkan usahanya di tingkat domestik maupun tingkat ASEAN.

Jenis Usaha dengan Potensi Bagus yang Banyak dicari di Era MEA

Terbentuknya integrasi kawasan ASEAN sebagai pasar tunggal membuat tantangan pebisnis di era MEA ini juga akan semakin besar. Dengan hadirnya MEA, sebenarnya menjadi peluang bagi banyak sekali orang yang sedang merintis atau mengembangkan usahanya khusus untuk menjemput pasar bebas ASEAN tersebut. Berikut ini adalah diantara jenis-jenis usaha atau bisnis yang bisa berkompetisi secara ketat dan memiliki potensi yang sangat bagus sehingga banyak dicari di era MEA.

1. Sektor UMKM

Sektor usaha mikro, kecil dan menengah sejauh ini sudah terbukti memiliki daya tahan yang bagus di segala kondisi. Salah satu buktinya adalah saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1998, dimana sektor UKM kehilangan nahkoda di bidang ekonomi di era krisis, usaha kecil dan menengah mampu bertahan di tengah badai krisis tersebut.

Usaha mikro, kecil dan menengah bisa meliputi segala hal di bidang jasa maupun produk. Jumlah UMKM di Indonesia sangat banyak. Tinggal mereka harus mengembangkan potensi yang ada untuk siap head to head bersaing dengan negara-negara ASEAN pada khususnya dan kompetitor dari negara lain secara umum.

Namun, sampai kini masih banyak kendala yang dialami oleh para pelaku usaha kecil dan menengah khususnya mengenai kualitas produksi yang rata-rata belum mampu bersaing di kelas internasional. Sebenarnya banyak sekali potensi yang dimiliki oleh UMKM di Indonesia, tinggal mereka menstandarkan produknya agar bisa bersaing di era MEA.

2. Sektor Investasi

Sektor investasi yang menjadi incaran bagi para pelaku bisnis adalah investasi di bidang properti. Dengan tingginya tingkat mobilitas orang dari negara-negara ASEAN dan dari negara lain maka akan semakin menciptakan pasar baru di bidang properti. Karena tidak mungkin dengan adanya mobilisasi orang tanpa diikuti oleh pembangunan tempat tinggal. Di kota-kota besar atau di daerah kawasan wisata bisnis investasi di bidang properti seperti apartemen dan perumahan menjadi prospek yang sangat bagus.

Selain di bidang properti, pilihan investasi juga bisa diarahkan pada sektor pertanian. Indonesia yang memiliki iklim tropis menjadikan usaha di bidang pertanian sangat prospek. Dalam hal ini pemerintah juga memberikan perhatian lebih. Pemerintah kedepannya sudah mencanangkan program ketahanan pangan.

Hal ini sebenarnya sangat terlambat, akan tetapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.  Dengan kondisi alamnya yang sangat subur dan gemah ripah lohjinawi ini, ternyata Indonesia masih menduduki peringkat ke-70 dalam hal ketahanan pangan.

Dalam kesempatan MEA ini para petani Indonesia bisa lebih serius dalam mempertahankan kualitas produknya sehingga hasil panennya bisa memenuhi standard dan bisa bersaing baik di tingkat domestik maupun internasional.
3. Sektor Usaha di Bidang Pendidikan

Setiap negara yang maju membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas pasti membutuhkan pendidikan yang berkualitas. Meskipun sudah ada banyak sekali institusi pendidikan di Indonesia, namun kebutuhan akan tenaga ahli masih sangat diperlukan.

Usaha di bidang pendidikan merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan apalagi dengan adanya MEA tersebut. Contoh usaha di bidang ini yang banyak dilirik bagi para pelaku usaha adalah yang menyangkut dengan ketrampilan bahasa dan teknologi. Sebut saja kursus bahasa Inggris, kursus di bidang Internet dan lain sebagainya.

4. Sektor Usaha Kreatif

Usaha kreatif selalu saja mampu membuka peluangnya sendiri. Usaha seperti ini sangat cocok diterapkan di era MEA seperti sekarang ini. Semua orang membutuhkan inovasi dan hal baru dalam kehidupannya. Lingkup usaha kreatif sangat luas mulai dari penyedia jasa maupun barang.

Saat ini, bahkan telah banyak pelaku usaha Indonesia yang telah mampu menembus pasar Internasional dengan produk maupun jasa kreatifnya. Pada tahun 2014 saja, Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) telah mencatat ada 30 franchise asing yang masuk ke Indonesia, dan rata-rata mereka menawarkan inovasi produk yang bisa dibilang sangat kreatif.

Peluang usaha kreatif tidak memiliki batas apapun karena usaha ini bisa dibilang sangat sulit untuk disaingi akibat kreatifitas yang dimilikinya. Hanya orang yang benar-benar memiliki kreatifitas saja yang dapat terjun ke dalam bisnis atau usaha kreatif ini.

Di Indonesia sudah banyak yang bermain di sektor ini, sebut saja kerajinan Jepara, produk tembaga dari Jawa Tengah dan lain sebagainya.

5. Sektor Bisnis Online

Bisnis berbasis internet ini juga menjadi usaha yang banyak dilirik oleh kalangan pengusaha di era teknologi informasi saat ini. Banyak sekali startup bisnis online yang mulai tumbuh di Indonesia, meskipun kita masih saja kalah jauh dengan negara lain seperti India misalnya.

Cakupan bisnis online juga sangat banyak mulai dari bisnis jasa hingga produk. Sektor usaha jasa yang banyak dilirik adalah jasa yang berhubungan dengan dunia internet itu sendiri seperti konsultasi online, jasa penulisan hingga urusan legalitas.

Meskipun demikian bisnis online juga bisa diperuntukkan untuk transaksi dalam bentuk produk fisik atau barang. Dengan adanya fasilitas online seperti website, blog dan media sosial bisa menjadi sarana yang sangat menjanjikan untuk menopang produksi maupun kegiatan e-commerce tersebut.

Dengan hadirnya MEA, aktifitas e-commerce semakin mudah mengingat pasar yang dijangkau bisa lebih luas dengan dukungan dan proses distribusi barang yang semakin mudah.

6. Sektor Pariwisata

Indonesia kaya akan daerah wisata alam. Usaha atau bisnis yang berkaitan dengan pariwisata bisa menjadi alternatif bisnis yang menjanjikan di era MEA. Banyak pelaku usaha yang melirik potensi ini. Mereka bisa saja mendirikan jasa transportasi, penyediaan tempat penginapan hingga produksi oleh-oleh yang ditujukan untuk para wisatawan.

Kerja keras adalah kunci awal sukses di era pasar bebas ASEAN, mengingat kita akan bersaing dalam skala global dengan berbagai macam kultur dan karakter produk dan sumber daya manusia yang akan membaur menjadi satu. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri adalah tujuan yang harus kita raih bersama-sama dalam era pasar bebas ini.

 

 

 

 

Sumber: cermati.com