Berakhirnya Subsidi Turunkan Penjualan Kendaraan di Jepang

By on April 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,418 kali

Berakhirnya Subsidi Turunkan Penjualan Kendaraan di Jepang

Penjualan kendaraan di Jepang merosot ke level paling rendah dalam enam kuartal setelah subsidi pemerintah berakhir, sementara itu pengiriman kendaraan di Korea Selatan kembali memperpanjang kemerosotan mereka.

Jumlah kendaraan yang terjual di Jepang, yang merupakan pasar mobil terbesar kedua di Asia, turun sebanyak 9.4% menjadi 1.53 juta selama kuartal terakhir, dengan Toyota Motor Corp. yang sahamnya telihat anjlok sebanyak 15%, menurut data asosiasi yang dirilis kemarin. Di Korea Selatan, pasar mobil terbesar keempat di Asia, jumlah pengiriman kendaraan turun sebanyak 2.5% seiring saham Hyundai Motor Co, berkontraksi sebesar 0.7%, menurut laporan dari perusahaan.

Merosotnya permintaan di negara produsen sendiri menggarisbawahi bagaimana produsen mobil Asia mungkin perlu untuk meningkatkan ketergantungan mereka pada pasar luar negeri pada tahun ini.

Penjualan kendaraan di Jepang yang termasuk mobil dan bis, turun untuk kuartal kedua berturut-turut setelah subsidi pemerintah untuk bahan bakar berakhir di bulan September. Pengiriman kendaraan kemungkinan akan menyusut sebanyak 12 % menjadi 4.74 juta unit pada tahun ini, menurut Japan Automobile Manufacturers Association.

“Mereka tidak akan banyak meluncurkan produk pada tahun ini,” kata Yoshiaki Kawano, analis yang berbasis di Tokyo di riset industri IHS Automotive melalui telepon.”Sampai Tokyo Motor Show pada akhir tahun ini, penurunan penjualan mungkin akan berkepanjangan.”