Benda Seni Menjadi Instrumen Investasi Alternatif yang Semakin Diburu

By on August 6, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,672 kali
Barang Antik

Benda Seni Menjadi Instrumen Investasi Alternatif yang Semakin Diburu

Investasi – Besarnya dorongan memperoleh keuntungan yang maksimal, mendorong banyak orang mencari instrumen investasi alternatif, di luar instrumen yang selama ini menjadi tujuan investasi konvensional : saham, obligasi, deposito, dan bahan komoditas.

Adalah benda seni, instrumen investasi alternatif yang belakangan ini semakin diburu oleh banyak orang, terutama dari golongan orang super kaya (high net worth).

Berdasarkan data The European Fine Art Foundation (TEFAF), sebagaimana dikutip oleh JP Morgan, nilai investasi di benda-benda seni pada akhir 2011 mencapai 60 miliar dollar AS. Jumlah itu mengalami kenaikan 6 kali lipat dalam 20 tahun terakhir ini.

Memang, mengoleksi benda-benda seni identik dengan “investasi kesabaran”, karena butuh waktu lama agar benda yang dikoleksi itu benar-benar menjadi langka dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Lantas, belakangan ini, benda seni telah bertransformasi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan tak sekedar barang yang memiliki nilai estetika.

Akan tetapi, berbeda dengan portofolio investasi konvensional yang memiliki nilai acuan pasar yang transparan seperti harga saham dan komoditas, nilai benda-benda seni sangat tidak transparan dan hanya sedikit data mengenai benda seni yang dipahami publik.

Tidak transparannya nilai benda seni lebih disebabkan transaksi banyak dilakukan antar-pribadi, ketimbang melalui rumah lelang. Di sinilah, peran kurator menjadi signifikan untuk menentukan nilai benda seni.

Sebagaimana diungkapkan oleh politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua Lingkaran Keris Indonesia, Fadli Zon, bahwa keris belakangan ini telah menjadi salah satu benda seni yang menjadi instrumen investasi.

Selain keris telah dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO, benda pusaka itu juga memiliki nilai esoteris dan eksoteris.

“Esoteris adalah energi yang ada di dalam keris, sedangkan eksoteris adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat keris, termasuk ada tidaknya perhiasan di warangka atau baju kerisnya. Semua ini yang menentukan nilai dari keris,” ujarnya, Senin (5/8/2013).

Selain keris, benda seni lain yang juga menjadi instrumen investasi belakangan ini adalah lukisan dan patung. Nilai dari benda seni itu tergantung dari pembuatnya serta nilai serta nilai sejarah.

Berikut daftar benda seni yang belakangan banyak menjadi instrumen investasi :

– Keris
– Lukisan
– Arloji
– Benda peninggalan sejarah
– Keramik dan Patung
– Batik

(Bambang Priyo Jatmiko, Kompas)