Beli Rumah Tanpa Uang Muka??

By on July 18, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 4,483 kali
Investasi Properti

Beli Rumah Tanpa Uang Muka??

Investasi Properti – Down Payment atau yang umum disebut dengan uang muka biasanya harus dibayarkan kepada si penjual di awal pembelian suatu properti dalam kesepakatannya. Strandartnya, untuk harga suatu rumah yang nilainya kurang dari Rp. 400 juta maka uang mukanya sekitar 20%, begitu juga untuk cicilan rumah dengan luas lahan kurang dari 70 meter persegi. Tidak hanya itu, uang muka sebesar 20% juga diberlakukan untuk mereka yang membeli rumah namun gaji bulanan yang diterima kurang dari Rp. 10 juta. Terlepas dari beberapa kriteria untuk uang muka sebesar 20% yang telah disebutkan diatas, maka selebihnya uang muka yang harus dibayarkan pembeli yaitu sebesar 30% kecuali untuk pembelian sebuah rumah yang bersubsidi, karena hanya akan dikenakan 10% saja.

Lantas bagaimana menghitung pembelian rumah tanpa uang muka? pada dasarnya memang ada perhitungannya, akan tetapi yang perlu anda ketahui sebenarnya perhitungannya itu diluar dari peraturan yang ditetapkan perbankan. Jadi terdapat 2 macam cara dalam membeli rumah tanpa uang muka yaitu :

  • Menaikkan harga dari standar-nya
  • Apabila memang ada program diskon harga yang sesuai dari si penjual

Pembelian rumah tanpa uang muka artinya harga yang harus dibayarkan yaitu harga riil dan menyesuaikan harga KPR. Apakah benar? Nah untuk mengetahuinya kita coba kalikan harga riil dengan asumsi harga properti adalah Rp. 100 juta dengan 1,25, jadi harganya menjadi Rp. 125 juta. Nilai Rp. 125 juta itu kita sebut dengan harga upping rumah. Apabila kita hitung terbalik, dengan harga upping sebesar Rp. 125 juta lalu dikurangi dengan uang muka 20% atau 25 juta. Dengan demikian akan diperoleh hasil harga KPR sebesar Rp. 100 juta. Jadi maksud dari KPR Rp. 100 juta tersebut adalah sama dengan harga riil, hal ini sesuai dengan apa yang kita bahas diatas bukan? Kita memang harus mempersiapkan biaya KPR sebesar 7% atas nilai KPR tersebut. Selain itu juga tidak kalah penting mempersiapkan biaya pajak BPHTB sebesar 5% serta PPN 10%. Namun apabila pajak telah ditanggung penjual maka anda tidak perlu repot membayarnya lagi.

Jadi cara menghitung pembelian rumah tanpa uang muka itu memang tidak semudah yang dibayangkan. Karena pembelian rumah tanpa adanya uang muka akan bisa lancar apabila terdapat beberapa hal seperti berikut ini :

  • Tergantung dari kemampuan kita
  • Tergantung harga taksiran minimal dari Bank apakah sama dengan setelah dilakukannya upping
  • Tergantung apakah ketahuan pihak Bank atau tidak

Pada dasarnya, cara untuk melakukan perhitungan pembelian rumah tanpa uang muka tersebut memang belum tentu sukses 100% apabila diterapkan di dalam praktiknya. Sebab biasanya para pedagang dibidang properti itu tetap minta adanya suatu tanda jadi. Namun setidaknya cara tersebut dapat digunakan dan diharapkan dapat mempermudah kita ketika hendak memiliki sebuah rumah.