Beli Emas Gradual Atau Cicilan Emas, Lebih Maksimum Mana?

By on July 16, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,256 kali
Emas

Beli Emas Gradual Atau Cicilan Emas, Lebih Maksimum Mana?

Investasi Emas – Ada pertanyaan seperti ini “beli emas gradual atau cicilan emas, lebih maksimum mana?“. Sebenarnya kelebihan dari program pembiayaan emas dari bank-bank syariah kebanyakan ialah kita bisa mengunci harga emas disaat kita melakukan akad cicilan. Kemudian setelah itu akan muncul cicilan setiap bulannya, dari situ kita harus menyelesaikan cicilan sampai lunas. Sehingga walaupun ada perubahan harga emas, maka tidak akan berpengaruh lagi terhadap jumlah cicilan yang harus dibayar atas uang anda.

Mengapa demikian? Sebab pinjaman yang anda lakukan yaitu dalam bentuk tunai, bukan emas. Bank syariah umumnya memberikan pinjaman dana untuk membeli emas, jadi uang itu ditambah dengan uang muka lalu digunakan untuk membeli emas pada toko emas. Setelah anda mendapatkan emas selanjutnya emas itu akan digunakan sebagai jaminan dari pinjaman yang telah diberikan. Sehingga pinjaman itu bukanlah emas, melainkan uang. dan pinjaman itu akan anda cicil hingga lunas. baru setelah lunas gantian emas tersebut akan dikembalikan kepada anda. Jadi seperti itulah proses kinerjanya. Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas saya akan menggunakan data yang tahun-tahun sebelumnya.

Harga emas di tahun 2007 ada pada kisaran Rp. 200.000 per gram. Apabila saya memiliki target mempunyai emas 50 gram dalam lima tahun kedepan, dan juga apabila pada tahun 2007 bank-bank syariah telah mengeluarkan program seperti sekarang ini. tentu harga 500 gram emas akan bernilai Rp. 100.000.00 . Dalam kondisi seperti itu saya mengambil program cicilan emas di salah satu bank syariah untuk membayar kepemilikan 500 gram emas itu, maka perhitungannya seperti akan seperti ini :

  • Harga 500 gram emas setara Rp. 100.000.000
  • Dana untuk uang muka sebesar 20% maka totalnya Rp. 20.000.000
  • Harga cicilan untuk 60 bulan sama dengan Rp. 2.200.000 per bulan

Dari contoh tersebut kita memanfaatkan pembiayaan emas di salah satu bank syariah. Dan apabila kita tidak memanfaatkan program tersebut, sedangkan kita menggunakan uang muka sebesar Rp. 20.000.000, maka kita akan mendapatkan total emas sejumlah 100 gram dengan hitungan 100 gram dikali x 200 ribu per gram = 20 juta. Lalu tiap bulannya kita mencicil emas Rp. 2.100.000 dalam 60 bulan. jadi setelah kita lakukan perhitungan maka dalam 60 bulan itu kita dapat membeli emas maksimum 280 gram dan masih ditambah pembelian emas di awal yaitu 100 gram. Jadi jumlah keseluruhan 380 gram.

Kita tahu harga dari emas sendiri berubah setiap harinya, jadi emas yang bisa didapatkan dengan menggunakan uang dengan jumlah yang sama namun akan semakin sedikit. Lalu uang Rp. 2.100.000 cuma dapat membeli sedikit emas. Sedangkan dengan semakin sedikitnya jumlah emas, maka akan semakin besar ongkosnya.

Yang tidak maksimum dalam pembelian, contohnya apabila harga 5 gram emas sama dengan Rp. 1.800.000, maka dengan dana Rp. 2.100.000 kita bisa memperoleh 6 gram emas. Dengan demikian akan menjadi sia-sia uang lebihnya. Meskipun kita menyimpan uang untuk digunakan pada pembelian selanjutnya, harganya pun juga akan berubah lagi. Dengan demikian, produk pembiayaan emas seperti itu adalah program yang bisa dikatakan bagus. Karena kita dapat mengunci harga emas pada hari itu layaknya membeli emas di masa yang akan datang. Emas dapat digunakan sebagai alat untuk perhitungan di masa depan, dan cicilan emas dapat digunakan untuk membeli emas di masa depan.

Selain itu, seandainya dalam proses mencicil kita tidak mampu lagi untuk memenuhinya, maka emas yang digunakan sebagai jaminan dapat dijual kembali dengan harga sesuai pada saat itu guna melunasi total pinjaman kita. Sementara dana sisanya dapat kita ambil kembali. Sehingga satu-satunya cicilan yang tidak kita ketahui yaitu dikenal dengan debet kolektor. Lalu mengapa sering saya sarankan bagi anda untuk menggunakan pembiayaan emas dengan tenor waktu tiga tahun atau maksimal 5 tahun saja?

  • Yang pertama, kita perlu memperhatikan sejarah dari harga emas. sejak tahun 1996 emas terus mengalami kenaikan harga setidaknya 2x dalam 5 tahun, namun ini tidak berarti setiap tahunnya naik 20%. jadi paling ideal mengambil pembiayaan emas dengan waktu tenor tiga tahun.
  • Yang kedua, lebih utamakan jumlah emas ketimbang percepatan lunas.