Belajar Tentang Jenis-Jenis Saham

By on July 1, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 612 kali

Investasi Saham – Jenis-jenis saham cukup banyak. Namun sebelum dibahas satu per satu, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu tentang pengertian saham. Saham adalah tanda kepemilikan atau penyertaan seseorang atau suatu badan usaha atau juga sebuah perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang berisi keterangan bahwa orang/ perusahaan/ perseoran terbatas tersebut adalah pemilik selembar kertas tersebut. Pengelompokan saham sendiri didasarkan atas beberapa segi, seperti misalnya jenis saham berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar. (Baca: Mengenal Saham Dan Tips Menjadi Investor Saham yang Pintar)

Saham berdasarkan kapitalisasi dan likuditas, saham terbagi menjadi:

1. Saham unggulan/ saham papan atas (blue chip dan big cap)
Saham yang termasuk dalam kategori saham unggulan/ saham papan atas/ blue chip/ big cap adalah saham yang nilainya mencapai lebih dari 40 triliun.  Pengelola saham ini umumnya adalah perusahaan-perusahaan profesional dan memiliki  fundamental yang baik. Pemilik saham ini biasanya adalah kalangan industri yang produknya dipakai oleh banyak orang sehingga tiap bulannya membuahkan keuntungan yang besar serta menghasilkan dividen yang rutin dibagikan. Investasi saham ini jenisnya investasi jangka panjang dan tidak mudah dikelola oleh bandar.

2. Saham lapis kedua/ second layer/ medium cap
Jenis saham yang satu ini umumnya dimiliki adalah perusahaan berskala sedang. Besaran atau nilai dari saham ini kurang lebih antara 1 triliun hingga 40 triliun. Pergerakan saham jenis ini bersifat fluktuatif. Karena jenis saham ini sebagian besar dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala sedang, dasar pengelolaan sahamnya cukup baik dan kemungkinan besar akan terus berkembang. Saham lapis kedua ini juga tidak terlalu likuid dan masih rawan dapat dikelola oleh bandar yang juga melirik kategori lain jenis-jenis saham.

3. Saham lapis ketiga/ third layer/ small cap
Nah, untuk jenis saham yang ketiga ini, pemilik dari saham ini adalah perusahaan berskala kecil, yaitu perusahaan dengan nilai sekitar 1 triliun. Saham ini sering disebut dengan istilah saham tidur dan hanya sedikit saja perusahaan atau perseorangan yang memilikinya.

Dilihat dari likuiditas , saham terbagi menjadi beberapa jenis:

1. Saham dengan likuiditas tinggi
Saham dengan likuiditas tinggi jauh lebih mudah dibeli atau dijual oleh investor. Sebagian besar saham berlikuiditas tinggi adalah saham-saham milik perusahaan besar di mana pasar saham ini juga besar (big cap). Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua saham bernilai besar memiliki tingkat likuiditas tinggi.

2. Saham musiman/ cyclical stock
Saham musiman, sesuai dengan namanya, saham jenis ini baru akan bergerak aktif ketika ada beberapa kejadian tertentu yang dapat mempengaruhi dunia bisnis emiten. Kejadian atau peristiwa yang dapat mempengaruhi pergerakan saham bisa saja peristiwa yang ada kaitannya dengan peristiwa politik, ekonomi, keagamaan, liburan sekolah, keamanan, dan lain sebagainya.

3. Saham tidur
Saham tidur memiliki tingkat likuiditas yang rendah. Saham jenis ini hanya akan bergerak apabila ada corporate action/ aksi korporasi atau isu-isu yang ada kaitanya dengan emitennya. Saham tidur ini paling sering menjadi target utama para bandar saham di bursa saham.

Sedang dari segi kepemilikan, jenis-jenis saham dibedakan menjadi:

1. Saham biasa/ common stock
Saham biasa disebut juga saham umum. Pemilik saham biasa akan menerima dividen ketika perusahaan memperoleh laba dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jika ternyata perusahaan bangkrut, semua pemilik saham berhak atas aset-aset perusahaan yang telah lebih dulu telah melunasi hutang perusahaan.

2. Saham preferen/ preferred stock
Pemegang saham preferen ini akan menerima dividen dengan besaran yang pasti. Jika perusahaan bangkrut, para pemegang saham preferen ini akan menerima aset perusahaan terlebih dulu baru kemudian para pemegang saham biasa.